Cegah Kerumunan Pasar Tanah Abang, Epidemiolog Sarankan Belanja Online

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 05:35 WIB
Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Bu
Foto: Dicky Budiman (Dok istimewa)
Jakarta -

Ribuan orang berjubel di Pasar Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu dan Minggu kemarin tanpa menjaga jarak. Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menyarankan untuk membatasi orang datang ke Pasar Tanah Abang transaksi jua-beli melalui sistem online atau daring.

"Berkaitan ini dicari solusi yang sifatnya mengurangi kedatangan orang ke pasar tanpa mengurangi nilai benefit atau manfaat atau kegiatan jual menjualnya, jadi bagaimana? Ya lebih bersifat online," kata Dicky Budiman kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Selain itu, menurut Dicky perlu ada pengaturan keluar masuk pengunjung. Dicky mengatakan pengunjung Pasar Tanah Abang juga tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta saja. Karenanya, dia meminta perlu ada pengaturan.

"Pengunjungnya dibatasi, ya sudah seputar Jakarta kalau mau di Bodetabek tentukan harinya, ini kan untuk mengurangi. Kalau mau dilonggarkan ya harus ada kemauan untuk mengaturnya, untuk mengurangi karena ini sebetulnya enggak boleh, untuk win-win solution ya lakukan aturannya, supanya risikonya minimal," katanya.

Lebih lanjut, Dicky mengatakan potensi penularan virus Corona saat ini masih terjadi. Bahkan, kata dia, 'tsunami' Corona seperti di India bisa saja terjadi di Indonesia apabila warganya abai menerapkan protokol kesehatan.

"Tiap kerumunan, keramaian itu punya potensi untuk terjadinya penularan, terkhususnya dalam kaitan ini kondisi Indonesia yang masih sangat serius belum terkendali, dan ini terlihat dari pertama positivity rate yang tinggi, angka kematian masih tinggi dan kita diancam dengan varian baru dan bisa mengalami hal seperti India, sangat bisa, tidak ada yang meragukan itu," imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang per sore kemarin mencapai 100 ribu orang. Anies menyebut baik pedagang maupun pengunjung sudah taat masker.

"Yang pertama adalah masker, kalau yang kita lihat tadi hampir semua menggunakan masker, praktis tidak ada yang tidak menggunakan masker. Itu yang utama," ujar Anies kepada wartawan di Gedung Central Tanah Abang (CTA), Jakarta Pusat, Minggu (2/5).

Anies pun langsung mengambil tindakan dengan melakukan pembatasan jadwal KRL yang melewati di Stasiun Tanah Abang. Menurut Anies, PT KAI akan merekayasa jadwal sehingga tidak ada KRL yang berhenti di stasiun Tanah Abang di jam tertentu.

"Sudah ada pembahasan kami dengan Dirut PT KAI, bahwa KCI akan melakukan penyesuaian jam operasional. Nanti detailnya akan diumumkan setelah pembicaraan teknis tuntas," ucap Anies.

"Karena itu mulai besok sore akan ada perubahan jadwal kereta KCI yang melintasi Stasiun Tanah Abang. Sore besok pukul 3 (15.00 WIB) sampai 7 (19.00 WIB) KCI tidak akan berhenti di Tanah Abang dan tidak akan mengangkut penumpang dari sana," katanya.

(man/rfs)