Warga Sumur Minyak Banyuurip Berharap JOA Tuntas Secepatnya

Warga Sumur Minyak Banyuurip Berharap JOA Tuntas Secepatnya

- detikNews
Kamis, 09 Mar 2006 10:48 WIB
Bojonegoro - Pergantian manajemen Pertamina melegakan hati warga dan tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar sumur minyak Blok Cepu di Bojonegoro. Mereka berharap tidak ada lagi persoalan yang mengganjal antara ExxonMobil dengan perusahaan minyak milik negara ini."Kita bersyukur mendengar berita pergantian itu. Semoga saja JOA (Join Operating Agreement) bisa tuntas dan proyek berjalan secepatnya. Karena warga di sini sangat menantikan rezeki dari minyak itu," kata Rachmad Aksan, Ketua Paguyuban Kepala Desa SEMAR (Seputar Masyarakat Banyuurip) saat ditemui detikcom di rumahnya di Desa Bono Rejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Kamis (9/3/2006).Menurut Aksan yang juga Kepala Desa Bono Rejo ini, penduduk di 12 desa yang masuk wilayah operasi Blok Cepu sudah tak sabar menanti perubahan kehidupannya. "Mereka yakin jika proyek berjalan, kesejahteraan akan lebih bagus," ujar Aksan yang sudah menjabat kepala desa selama dua periode ini.Ia mencontohkan, jika proyek berjalan, maka lahan milik warga akan dibebaskan dengan harga ganti rugi yang layak. Selain itu, dalam proyek tersebut, setidaknya akan melibatkan tenaga kerja yang jumlahnya cukup banyak. "Kita minta SDM local diprioritaskan sesuai dengan job yang dibutuhkan. Dengan begitu, kasus seperti Arun maupun Freeport tidak terjadi di sini. Negara dapat pemasukan begitu juga warga di sini menjadi sejahtera," ujarnya.Ia sendiri mengaku bosan jika bicara soal proyek minyak Blok Cepu yang lokasinya hanya berjarak 1 kilometer dari desanya. Alasanya warga sudah lamamenanti pelaksanaan proyek. "Kalau berlarut-larut seperti sekarang ini akan mempengaruhi psikologis dan kekecewaann. Karena sangat terlihat ada kesan yangsangat kuat unsur politisasi. Khususnya terkait penunjukan operatorship. Mudahan-mudahan Pertamina tidak ngotot lagi seperti sebelumnya," harapnya.Hal senada juga diungkapkan Basyid A Rahman, mantan Kepala Desa Brabowan. Ia menginginkan proyek migas ini berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang telahdisepakati. Satu sama lain jangan saling merugikan. "Exxon dan Pertamina saling mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan keinginan kita hanya jangan rugikan warga di sini seperti yang terjadi di Arun Aceh Utara dan Freeport," jelasnya. (jon/)


Berita Terkait