Dua Menteri, MES dan Imam Besar Istiqlal Luncurkan Ekonomi Berbasis Masjid

Trisna Wulandari - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 19:50 WIB
Ekonomi syariah
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Masjid Istiqlal meluncurkan Program Ekonomi Berbasis Masjid, Sabtu (1/5). Peluncuran program yang merupakan bagian pengembangan ekonomi syariah ini dilakukan secara daring dan luring di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Ketua Komite Ekspor Halal PP MES M. Anwar Basori menuturkan, program ekonomi berbasis masjid ini merupakan bagian pengembangan ekonomi syariah dunia. Adapun ekonomi syariah juga berkaitan dengan industri halal di Indonesia.

"Indonesia sudah punya policy yang dibutuhkan. Selanjutnya perlu diorkestrasikan oleh MES, Rabu Hijrah, ISYEF, dan yang lainnya," kata Anwar.

Mendagri sekaligus Wakil Ketua Umum 2 Pengurus Pusat (PP) MES Muhammad Lutfi mengatakan akan menempuh diskusi lanjutan bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Nasaruddin Umar, dan pihak-pihak terkait mengenai coaching pengusaha muda di masjid.

"Dalam 20 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan naik kelas, Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri. Inilah saatnya ekonomi kembali dari Masjid. Di Kementerian Perdagangan sendiri, dua fokus yang akan digencarkan adalah industri muslim fashion dan halal food," tuturnya.

Menteri Investasi dan Wakil Ketua Umum 3 PP MES Bahlil Lahadalia menuturkan dukungan pada program ekonomi syariah berbasis masjid ini.

"Bicara usaha tidak harus selalu berpatok pada modal. Sebaliknya, yang terpenting saat ini adalah gagasan terlebih dahulu. Perlu ada kolaborasi antara yang memiliki gagasan dengan yang memiliki kapital," katanya.

Acara ini dihadiri Menteri Perdagangan dan Wakil Ketua Umum 2 PP MES Muhammad Lutfi, Menteri Investasi dan Wakil Ketua Umum 3 PP MES Bahlil Lahadalia, Ketua Komite Ekspor Halal PP MES M. Anwar Basori, dan Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Nasaruddin Umar.

Hadir pula Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Dr. Kasan dan Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar sebagai narasumber.

(lus/lus)