Setelah Malaysia, Giliran Brunei Diserang Wabah HFMD

Setelah Malaysia, Giliran Brunei Diserang Wabah HFMD

- detikNews
Kamis, 09 Mar 2006 09:47 WIB
Jakarta - Selain Malaysia, wabah penyakit tangan, kaki dan mulut atau hand, foot and mouth disease (HFMD) juga melanda Brunei Darussalam. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah Brunei memerintahkan semua sekolah TK, SD dan sekolah agama ditutup.Kementerian Pendidikan Brunei mengumumkan bahwa keputusan penutupan ini berlaku mulai Kamis (9/3/2006) ini sampai pemberitahuan lebih lanjut. Tempat-tempat penitipan anak juga diperintahkan untuk tutup sementara.Langkah serupa diumumkan Kementerian Urusan Agama yang memerintahkan diliburkannya sekolah-sekolah agama untuk siswa pra-sekolah hingga kelas 6 SD. Demikian seperti diberitakan Channel News Asia, Kamis (9/3/2006).Sejauh ini, sudah 30 kasus HFMD yang dikonfirmasi di Brunei. Sebelumnya, wabah penyakit yang menyerang bayi dan anak-anak ini juga melanda Sarawak, Malaysia. Sekitar 200 kasus baru terjadi setiap harinya di negeri bagian itu. Buntutnya, Kementerian Kesehatan Malaysia memerintahkan penutupan 488 sekolah TK di Sarawak selama dua minggu untuk menghentikan penyebaran penyakit.Menurut deputi direktur kesehatan Sarawak, Andrew Kiyu, total 3.087 kasus telah dilaporkan sejak 1 Januari lalu. Sekitar 80 persen dari para penderita adalah anak-anak di bawah usia 6 tahun. Sarawak pernah mengalami wabah serupa pada tahun 1997 yang mengakibatkan 31 penderita meninggal. Wabah serupa kembali muncul di Sarawak pada tahun 2000 dan 2003. Gejala penyakit ini mencakup demam, nyeri pada mulut serta ruam-ruam merah pada kulit.Wabah HFMD juga pernah merebak di Jakarta pada tahun 2000. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita melalui air liur, kotoran, maupun cairan luka pada tangan atau kaki. Pada pertengahan September 2000 lalu, penyakit ini juga sempat mewabah di Singapura. Pemerintah Singapura bahkan sampai menganjurkan agar seluruh restoran siap saji, kolam renang, dan tempat bermain anak-anak ditutup sementara setelah tiga anak diberitakan meninggal karena diduga terkena penyakit tersebut. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads