Nuzulul Qur'an: Pengertian, Amalan dan Peristiwanya

Lusiana Mustinda - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 19:58 WIB
Nuzulul Quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tenerum
Jakarta -

Nuzulul qur'an merupakan peristiwa diturunkannya Al-Qur'an. Nuzulul qur'an diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Di tahun 2021/1442 Hijriah, nuzulul quran jatuh pada hari Kamis, 29 Mei 2021.

Dalam buku "Nuzulul Qur'an" oleh Wildan Jauhari, Lc, Allah SWT di dalam Al-Qur'an mengisyaratkan tentang proses peristiwa turunnya Al-Quran itu dalam dua cara:

1. Al-Qur'an diturunkan dalam satu waktu (jumlatan wahidatan). Di antara dalilnya adalah:

QS. ad-Dukhan: 3

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."

QS. al-Qadr: 1

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan."

QS. Al-Baqarah: 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

2. Al-Qur'an diturunkan secara bertahap atau berangsur-angsur (munajjaman). Di antara dalilnya adalah:


QS. Al-Isra: 106
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
Artinya: "Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian."

QS. Al-Furqan: 32

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا
Artinya: "Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar)."

Kenapa nuzulul qur'an diperingati pada 17 Ramadhan

Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah. Di dalam kitab tersebut, al-Waqidi meriwayatkan dari Abu Ja'far al-Baqir yang mengatakan bahwa "wahyu pertama kali turun pada Rasul SAW pada hari Senin 17 Ramadhan dan meskipun ada juga pendapat di tanggal 24 Ramadhan.

Dasar dari peringatan nuzulul qur'an di tanggal 17 Ramadhan adalah tafsiran dari QS. al-Anfal: 41:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Amalan yang dilakukan saat nuzulul qur'an

Ada beberapa amalan baik yang bisa dilakukan untuk mengisi malam nuzulul qur'an yakni:

1. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an dengan istiqomah bisa dilakukan. Kita bisa membaca Al-Qur'an secara perlahan namun dibaca setiap hari. Karena di dalam Al-Qur'an terdapat hikmah yang besar. Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur sebagaimana para sahabat juga mempelajarinya sedikit demi sedikit, 5 ayat 5 ayat, 10 ayat 10 ayat, surat per surat, untuk dihafalkan, dipahami kemudian dipraktekkan.

Minimal khatam satu kali selama bulan Ramadhan.

2. Memperbanyak i'tikaf

I'tikaf juga bisa dilakukan sambil membaca Al-Qur'an atau dzikir lainnya.

Perintah itikaf disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 125:

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya:" Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

3. Perbanyak sholat malam dan berdoa

Tujuan melakukan amalan di malam nuzulul qur'an adalah memperbanyak sholat dan berdoa. Karena dalam peristiwa nuzulul qur'an menjadi titik penting dalam kehidupan Rasulullah SAW dan Al-Qur'an sendiri menjadi mukjizat terbesar Rasulullah.

(lus/lus)