Mentan Serahkan Combine Harvester hingga Traktor ke Petani Indramayu

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 19:57 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ke petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bungodua, Indramayu, hari ini. Adapun bantuan yang diberikan berupa combine harvester 1 unit, traktor roda 4 sebayak 1 unit, traktor roda 2 sebanyak 4 unit dan pompa air 10 unit.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada pekan lalu guna memenuhi kebutuhan petani dan memajukan pertanian Kabupaten Indramayu sebagai penghasil beras nomor satu nasional.

"Hari ini saya hadir bersama Bupati, DPR RI dan para Dirjen menyerahkan bantuan yang Bapak Presiden janjikan dalam dialog dengan kelompok tani, buruh tani. Ada beberapa mesin yang dibutuhkan dan hari ini kami sudah serahkan,"ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Jumat (29/4/2021).

Syahrul menegaskan perkembangan alsintan di tingkat petani diharapkan tidak menghilangkan lapangan kerja buruh tani. Tetapi, diharapkan agar dapat saling dikombinasikan untuk tani yang lebih efektif yakni meningkatkan produksi, mengefisiensikan biaya dan tetap dapat menjadi lapangan kerja bagi buruh tani.

"Kita berharap bahwa mesin ini tidak menghilangkan pekerjaan buruh tani tetapi dalam rangka melakukan percepatan saat musim panen serentak di semua daerah. Mengingat hal ini, kita memang memerlukan percepatan sehingga semua lebih efektif," terang Syahrul.

Syahrul menambahkan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar produk tanaman pangan khususnya gabah atau beras, jagung, kedelai semakin berkualitas sesuai standar yang berlaku. Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan pertanian berhasil mewujudkan nilai tambah, yang mana petani memperoleh harga yang lebih layak.

"Oleh sebab itu, saya meminta bantuan harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan berkelanjutan. Kami akan terus memberikan bantuan alat mesin pertanian sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi dan nilai jual produk tanaman pangan," tuturnya.

"Namun begitu kami juga akan melakukan pengawasan agar penggunaan bantuan tersebut benar-benar optimal," tambahnya.

Selain itu, Syahrul mengungkapkan sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, kebutuhan pangan terus ada sehingga pertanian selalu menyediakan lapangan pekerjaan.

"Pertanian itu lapangan kerja jadi kalau mau cari uang tidak usah ke kota, jadi di desa saja dengan bertani. Saat ini kurang lebih ada 8 juta petani baru. Semua yang di PHK (putus hubungan kerja,- red) putus kerja keluar dari perusahaan, mereka sekarang bertani supaya nggak stres juga," cetusnya.

Selain penggunaan alsintan, Syahrul juga mendorong para petani untuk terus menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) untuk mengakselerasi hasil pertaniannya. Petani ke depan tidak lagi mengharapkan bantuan, namun sudah mandiri dalam menjalankan aktivitas berusahatani yang maju dan modern.

"Jadi, pemerintah siap membantu petani untuk mengakses KUR. Saya dan bupati mempermudah bagi siapa saja petani yang mengajukan KUR. Tidak hanya Alsintan, dengan KUR kita bisa bangun penggilingan modern skala besar. Di Indramayu ini harus kita wujudkan," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono mengapresiasi tindak lanjut perintah Presiden Jokowi yang secara cepat memberikan realisasi terhadap janji pada petani. Ini juga merupakan upaya Presiden Jokowi dalam mengecek ketersediaan beras yang cukup sehingga tidak perlu dilakukan impor.

"Kita apresiasi langkah Presiden dan seluruh jajaran untuk turun langsung cek ke lapangan terkait isu awal bahwa Indonesia akan impor beras yang sebelumnya secara tegas ditolak oleh komisi IV," ujarnya.

Menurut Ono, pertanian memang menjadi lapangan pekerjaan yang terus ada dalam kondisi apa pun. Generasi millenial diharapkan dapat melihat peluang ini dan saat ini sebenarnya banyak generasi milenial yang terjun langsung ke pertanian, apalagi saat ini memang banyak juga perusahaan yang mengurangi karyawan.

"Di era COVID ini salah satu bisnis yang terus jalan yakni bisnis pangan jadi memang benar pertanian ini merupakan sektor paling kuat menghadapi dampak COVID-19," tandasnya.

Sebagai informasi, pada kegiatan tersebut Syahrul Yasin Limpo ditemani oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono dan Bupati Indramayu, Nina Agustina.

(ncm/ega)