Polri Ungkap Ada Upaya 'Pelesetkan' Temuan Densus Jadi Pembersih WC

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 18:40 WIB
Jakarta -

Polri menepis pernyataan pihak mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman soal barang bukti di bekas markas FPI adalah pembersih toilet, bukan bahan peledak. Polri sebelumnya memang menyampaikan Densus 88 Antiteror menemukan botol berisi cairan triacetone triperoxide (TATP) saat menggeledah bekas kantor sekretariat FPI.

"Pada saat ditemukan di antaranya ada pembersih toilet. Jadi bukan semua barang tersebut pembersih toilet. Dipelesetkan bahwa yang ditemukan Densus adalah pembersih toilet," ujar Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2021).

Ramadhan menyampaikan ada banyak barang yang diamankan Densus 88 saat itu. Di antara bahan peledak yang ditemukan, kata Ramadhan, memang ada pembersih toilet.

"Jadi, Densus menemukan salah satunya, karena yang ditemukan ada banyak barang bukti, di antaranya pembersih toilet. Ini botol yang diisi dengan bahan, salah satunya atau ada di antaranya pembersih toilet," jelasnya.

Sebelumnya, Ramadhan membeberkan penelusuran Puslabfor Polri terkait bahan peledak yang ditemukan saat penggeledahan di eks kantor sekretariat FPI Petamburan, Jakarta Pusat, usai Munarman ditangkap. Dia menjelaskan bahan peledak yang ditemukan berpotensi digunakan sebagai bahan bom molotov dan TNT.

"Kami sampaikan hasil identifikasi tim Puslabfor yang telah melakukan identifikasi bahwa barang yang ditemukan tersebut adalah bahan kimia yang berpotensi yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan peledak TATP," jelas Ramadhan.

"Kedua, bahan kimia yang mudah terbakar dan rentan digunakan sebagai bahan pembuatan bom molotov, dan, ketiga, bahan kimia yang merupakan bahan baku peledak TNT. Jadi, itu tiga yang disimpulkan Puslabfor Polri," tambahnya.

(run/aud)