Trenggono Dukung Penggunaan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 13:23 WIB
KKP
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mendukung penuh penggunaan alat tangkap ramah lingkungan untuk digunakan nelayan Indonesia. Menurutnya, alat tangkap ramah lingkungan memberi keuntungan dua sisi, yakni sisi ekonomi dan juga kelestarian lingkungan.

"Saya sangat senang, saya mendukung penuh inovasi-inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan yang telah dibuat oleh rekan-rekan di BBPI Semarang ini. Ini mendukung tujuan kita semua untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di laut," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Adapun alat tangkap ramah lingkungan hasil inovasi BBPI Semarang tersebut dinamai rumah ikan. Rumah ikan memiliki beberapa keunggulan, di antaranya ukurannya yang besar sehingga ikan-ikan yang diambil/tertangkap adalah ikan-ikan besar dan lebih ramah lingkungan.

Trenggono pun meminta Plt. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Hal ini dilakukan selain untuk membantu mewujudkan kesejahteraan nelayan-nelayan di Indonesia, juga sebagai implementasi dari ekonomi biru.

"Saya minta Pak (Plt.) Dirjen Tangkap untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Kalau rumah ikan ini kita pasang satu-satu di spot-spot yang sudah disiapkan, ini menjadi salah satu implementasi dari ekonomi biru," tutur Trenggono.

Harapannya di satu titik nelayan kita bisa mendapat ikan banyak disitu, ini lebih baik dari menggunakan jaring. Jadi yang diambil ikan-ikan yang sudah besar, sehingga ekonomi biru bisa diwujudkan," tambahnya.

Selain Rumah Ikan, BBPI Semarang juga membuat inovasi alat tangkap ikan bernama Bubu Lipat. Alat tangkap ini juga memiliki ukuran yang besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.

Alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang sebelumnya memakai alat tangkap Bubu Tradisional yang terbuat dari bambu yang ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk penyimpanan dan juga tidak tahan lama. Selain nelayan Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna.

Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Trenggono mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap ramah lingkungannya. Ia juga mengimbau agar nelayan menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil, demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan mewujudkan ekonomi biru.

Sebagai informasi, Trenggono mengunjungi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) di Semarang Dalam kunjungan tersebut ia meninjau sejumlah lokasi di BBPI Semarang, diantaranya Ruang Training Center, Laboratorium Uji Mesin Kapal, Ruang Workshop untuk Perbengkelan, Ruang Peraga yang digunakan untuk maket alat-alat tangkap ikan, serta Laboratorium Uji Benang untuk uji tarik benang jaring alat tangkap ikan.

(akn/ega)