Jazilul Fawaid Paparkan Ciri Pemimpin Berkriteria 4 Pilar

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 12:11 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan pemimpin bangsa dan negara harus memiliki jiwa dan kriteria Empat Pilar. Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai hal tersebut tidak bisa ditawar-tawar.

"Pemimpin juga perlu memiliki kepedulian dan ketulusan kepada bangsa dan negara," tutur Jazilul dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam sarasehan kepemimpinan nasional yang digelar di Kantor Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Cabang Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Rabu (28/4) selepas sholat tarawih. Adapun acara yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ini diikuti oleh ratusan orang dari berbagai kalangan antara lain mahasiswa, pelajar, masyarakat, ulama, petani, dan politisi.

Jazilul pun menilai seorang pemimpin harus memiliki integritas yang baik dan track record yang jelas. Tak hanya itu, lanjutnya, seorang pemimpin juga harus mampu melayani rakyat sebaik-baiknya. Sebab menurutnya, hal ini penting agar rakyat yang dipimpin bisa selamat dan sejahtera.

"Di kalangan NU, pemimpin juga harus mewarisi darah ulama," tambahnya.

Dalam rangkaian acara Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih dikenal dengan Empat Pilar MPR, pria kelahiran Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur ini mengingatkan pada para peserta bahwa negara Indonesia merupakan warisan dari para ulama.

"Empat Pilar juga bagian dari ijtihad dari para ulama pendiri bangsa," ungkapnya.

Ia menilai sebagai warisan ulama, Empat Pilar wajib untuk terus diperjuangkan, dilestarikan, dan diwujudkan agar tercipta Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.

Selain itu, Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini juga mengatakan Empat Pilar merupakan rukun berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, ia menilai Empat Pilar sebagai rukun sangat vital bagi keberlangsungan Indonesia.

"Bila salah satu rukun yang ada roboh, maka bangsa ini bisa runtuh," paparnya.

Untuk itu, Jazilul mengajak kepada semua peserta untuk mengimplementasikan Empat Pilar dalam kehidupan.

Sebagai informasi, kehadiran Jazilul ke kota yang disebut Priangan Timur ini merupakan bagian dari Safari Ramadan. Jazilul mengatakan, Safari Ramadhan ini dilakukan di Majalengka, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut.

Lebih lanjut, ia menyebutkan makna dan pentingnya bulan Ramadhan atau bulan puasa yakni bulan yang istimewa bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Menurutnya, saat bulan Ramadhan umat Islam meningkatkan amalan ibadah dengan harapan mendapat limpahan rahmat, berkah, kebahagiaan, dan ampunan dosa dari Allah.

"Bulan Ramadhan juga bulan istimewa bagi bangsa Indonesia sebab pada bulan ini kita merdeka," pungkas Jazilul.

"Kita merdeka pada tanggal 17 Agustus atau 9 Ramadhan," imbuhnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji ini pun menilai, kemerdekaan Indonesia di bulan puasa sekaligus menjadi bukti bahwa bangsa ini diberkahi oleh Allah SWT.

(mul/ega)