6 Kebohongan Adam Ibrahim: Tangkap Bugil hingga Babi Ngepet Mengecil

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 09:42 WIB
Ustaz Adam Ibrahim jadi tersangka hoax babi ngepet di Depok
Adam Ibrahim jadi tersangka hoax babi ngepet di Depok (Bagus/detikcom)
Jakarta -

Kehebohan babi ngepet di Depok ternyata hanya aksi tipu-tipu belaka. Cerita bohong ini dibuat oleh pria bernama Adam Ibrahim karena ingin terkenal.

Adam Ibrahim kini telah ditetapkan sebagai tersangka hoax babi ngepet. Polisi menjelaskan semua yang dipaparkan Adam Ibrahim hanya rekayasa.

"Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoax, itu berita bohong. Kejadiannya tidak seperti apa yang diberitakan," ujar Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4) kemarin.

Kehebohan ini bermula ketika Adam Ibrahim membual soal babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Dirangkum detikcom, Jumat (30/4/2021), berikut ini poin-poin kebohongan Adam Ibrahim soal isu babi ngepet.

1. Manusia berjubah hitam jadi babi

Adam Ibrahim membual soal manusia berjubah hitam yang menjadi babi. Dia mengklaim orang itu diantar dua orang dengan sepeda motor.

"Jadi ada satu orang datang, ketika itu diantar oleh dua orang dengan motor, lalu dia itu berjubah hitam, yang jalannya pun tidak dengan langkah, melainkan seperti memakai sepatu roda. Sampai hari ini dan itu pun semua menyaksikan di mana orang itu berubah menjadi babi," ungkapnya.

Namun cerita kebohongan ini terungkap. Adam Ibrahim mengarang cerita soal babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok, saat sedang berjaga ronda di kampungnya.

"Di Kampung Bedahan itu kan biasalah jaga ronda malam-malam, di situlah dia tebersit otaknya itu, 'wah gimana kalau kita buat begini... begini...'," kata Kapolresta Depok Kombes Imran Edwin Siregar saat dihubungi, Kamis (29/4).

2. Ingin akhiri laporan kehilangan uang

Adam juga berbohong soal cerita isu uang hilang. Dia mengaku menyusun skenario sandiwara babi ngepet untuk mengakhiri isu kehilangan uang yang dibicarakan warga. Isu itu berdasarkan laporan warga sejak Maret lalu, ada warga yang mengaku kehilangan Rp 1 juta dan Rp 2 juta.

"Sebab, laporan yang hilang (uang) sehingga timbul di hati dan pikiran saya mengadakan hal tersebut agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita," tutur Adam di Markas Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Tonton video 'Akhir Kisah Rekayasa Babi Ngepet di Depok':

[Gambas:Video 20detik]