Gandeng Bank Jatim, Pemkot Mojokerto Gelar Bazaar Murah UMKM

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 22:24 WIB
Mojokerto
Foto: dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Bank Jatim menggelar Bazaar Murah UMKM Ramadhan 1442 H di Rest Area Gunung Gedangan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Acara tersebut berlangsung mulai dari 29 April- 3 Mei 2021 mendatang.

Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan bazaar murah ini merupakan bentuk fasilitas yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto bersama Bank Jatim Cabang Mojokerto agar UMKM bisa memasarkan produk-produknya.

"Kami bersinergi agar bagaimana produk UMKM Kota Mojokerto ini juga memiliki tempat berdagang yang lebih layak dari pada harus berdagang di pinggir-pinggir jalan sehingga harus ditertibkan dengan operasi yustisi dari Satpol PP, TNI maupun Polri," ujar Ika dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

"Sembari menunggu rest area ini yang masih dalam proses appraisal (proses pemberian nilai dalam konteks properti) untuk bisa dikelola oleh BUMD ke depannya, ini adalah momen yang sangat pas di mana kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri cukup tinggi, kebutuhan masyarakat untuk berburu takjil juga tinggi, sehingga dengan fasilitasi tempat di satu lokal seperti ini akan memudahkan bagi masyarakat yg membutuhkan kuliner untuk langsung menuju lokasi ini," lanjutnya.

Ika atau yang akrab disapa Ning Ita ini menilai berkerumunnya para pembeli di pinggir jalan sulit dikendalikan protokol kesehatannya. Untuk itu dia berharap melalui bazaar ini baik pedagang maupun pembeli bisa lebih patuh terhadap protokol kesehatan (prokes).

"Semoga dengan tempat berdagang yang sudah diatur seperti ini, khususnya pelaku UMKM bisa mendapatkan penghasilan karena memiliki tempat berdagang yang lebih layak, namun juga protokol kesehatan tetap bisa kita laksanakan sehingga kami satgas COVID Kota Mojokerto tetap bisa mengendalikan angka keteraparan COVID di Kota Mojokerto," terangnya.

Ika menjelaskan, selain lokasinya yang cukup strategis di pinggir Jalan raya Provinsi, bazaar ini menggunakan metode pembayaran digital menggunakan e-Money dengan aplikasi QRIS.

Menurutnya, uang tunai merupakan salah satu media penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, pembayaran digital ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Corona.

"Untuk itu saya harap pedagang UMKM di Kota Mojokerto segera bisa memanfaatkan QRIS Bank Jatim," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bank Jatim Mojokerto, Eko Yudi Prastowo menyampaikan sebagai bank Pemerintah Kota Mojokerto pihaknya berupaya menjembatani dengan memberikan fasilitas kepada para pelaku umkm berupa sistem yang sudah diatur oleh BI menggunakan QRIS.

"Untuk bisa menggunakan QRIS dapat menjadi nasabah Bank Jatim. Dan untuk pembukaan rekening 'Tabunganku' tidak dikenakan biaya administrasi hanya dengan pembukaan awal 20.000 saja para pelaku UMKM sudah memperoleh rekening Bank Jatim dan sudah dapat menggunakn QRIS," jelasnya.

Eko menyebut, penggunaan QRIS tidak dikenakan pembiayaan administrasi.

"Jadi ketika bertransaksi melakukan pembayaran kalau nilai nominal pembayarannya Rp 20.000 ya hanya Rp 20.000 saja yang berkurang di saldo kita," tuturnya.

Lebih lanjut Eko juga menjabarkan hasil dari operasional Bank Jatim yang berupa deviden, bisa menjadi PAD bagi Pemerintah Kota Mojokerto yang selanjutnya digunakan untuk membangun Kota Mojokerto.

Diungkapkan Eko, pihaknya akan memberikan suntikan dana, membantu meningkatkan omset penjualan dan membantu pemasaran agar pelaku usaha dapat memiliki perputaran keuangan yang bagus.

"Jadi saya mengimbau kepada para pelaku UMKM ayo menjadi nasabah Bank Jatim agar sirkulasi keuangannya bisa kita pantau, sehingga para pelaku usaha super mikro ini bisa naik kelas menjadi mikro, yang mikro bisa menjadi kecil, kecil bisa menjadi menengah dan bisa menjadi korporasi nantinya," tandasnya.

(prf/ega)