Kejagung Lagi-lagi Sita Tanah Benny Tjokro di Kendari soal Kasus Korupsi ASABRI

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 21:11 WIB
Tersangka kasus korupsi, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro keluar gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020) usai menjalani pemeriksaan tim Kejaksaan Agung. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung menjalani pemeriksaan di KPK untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.
Benny Tjokro (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Kejaksaan Agung kembali menyita aset tersangka kasus dugaan korupsi ASABRI, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro. Penyidik menyita 30 bidang tanah seluas 394.662 m2 di Kendari.

"Kali ini aset yang berhasil disita berupa 30 bidang tanah beserta sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Andalan Tekhno Korindo yang terafiliasi dengan Tersangka BTS seluas 394.662 m2 di Desa Puwatu dan Desa Watulondo, Kabupaten/Kota Kendari, dan status Sertifikat HGB tersebut telah diblokir oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Kota Kendari," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (29/4/2021).

Leonard mengatakan penyitaan 30 bidang tanah tersebut telah mendapatkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kendari Nomor 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Kdi tanggal 27 April 2021, yang pada pokoknya memberikan izin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan/atau bangunan di Kota Kendari.

"Terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," ungkapnya.

Ini bukan satu-satunya aset Benny Tjokro yang telah disita jaksa. Jaksa sebelumnya telah menyita berbagai aset diduga milik Benny Tjokro, dari lahan hingga mal. Kejagung juga menyita ratusan aset lain dari tersangka lainnya.

Jaksa juga menjerat Benny Tjokro dan Heru Hidayat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penyidik sebelumnya juga telah menjerat tersangka dugaan korupsi PT ASABRI lainnya, Jimmy Sutopo, dengan kasus pencucian uang.

"Hari ini putus, Benny Tjokro dan Heru Hidayat TPPU (dalam kasus ASABRI)," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan, Kamis (4/3).

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka. Mereka adalah:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT ASABRI periode 2012-2017
6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
9. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations.

Simak video '309 Hektare Tanah Benny Tjokro Disita Kejagung!':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dwia)