'Kebanjiran' Suspect Flu Burung, RS Moewardi Order 3.000 APP
Rabu, 08 Mar 2006 18:32 WIB
Jakarta - Dua pekan terakhir, RS dr Moewardi, Solo, seperti 'kebanjiran' pasien rujukan daerah sekitarnya dengan dugaan terinfeksi flu burung. Untuk itu pihak rumah sakit mengaku membutuhkan lebih banyak alat pelindung personal (APP) bagi petugas maupun keluarga.Hingga Rabu (8/3/2006) ini masih terdapat enam pasien dengan dugaan awal terinfeksi flu burung yang dirawat di rumah sakit tersebut. Enam di antaranya masuk pada hari Selasa kemarin. Mereka dirujuk dari sejumlah rumah sakit negeri maupun swasta dari dalam maupun luar Kota Solo.Selasa kemarin, pasien yang masuk dari adalah Y (30 tahun) R (18 tahun) E (14 tahun), D (3,5 tahun), V (1 tahun), yang kesemuanya adalah warga Boyolali. Seorang pasien lagi berinisial R (51 tahun) berasal dari Magelang. Y, R (19 tahun) dan E harus dirawat intensif di ruang isolasi karena kondisinya."Semuanya dirujuk sebagai pasien suspect flu burung. Setelah kami periksa memang ada yang suspect namun pasien yaitu R (51) dan V hanya ISPA biasa. Yang suspect ada yang perlu dirawat di ruang isolasi, ada pulang yang di ruang observasi," papar Ana Rima, anggota Tim Penanganan Penyakit Flu Burung RS Dr Moewardi, Rabu (8/3/2006).Pasien D misalnya, dinyatakan suspect namun dirawat di ruang observasi anak. Pasien V juga di ruang observasi anak, pasien R di ruang ruguler karena gejalanya mengarah ke TBC. Sedangkan dua pasien lainnya tidak menunjukkan gejala sebagai pasien suspect flu burung. Dengan demikian, saat ini di rumah sakit itu enam pasien dirawat berkaitan dengan flu burung. Dua pasien lain telah dirawat sebelumnya yaitu B asal Klaten dan JS asal Sukoharjo. Sedangkan Agung Prasetyo/AP asal Mojosongo, Boyolali yang dirawat sejak 2 Maret lalu, sore ini diperbolehkan pulang.Penambahan AlatWadir Bidang Pelayanan Medik RS Dr Moewardi, Tri Lastiti W mengatakan lonjakan jumlah pasien flu burung membuat pihaknya perlu meningkatkan sarana dan prasarana penunjang. "Kami sedang mengusahakan 3.000 Alat Pelindung Personal (APP) baru, ventilator, dan peningkatan kualitas SDM," ujarnya. Tri juga mengimbau agar pihak rumah sakit di daerah telah memiliki keberanian menangani pasien-pasien yang baru dalam status observasi. Pasien bisa dikirim ke rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai rujukan pasien flu burung jika statusnya telah menjadi suspect."Kami sudah menerjunkan Mobile Trainee Tim (MTT) ke rumah sakit di daerah agar tidak terlalu mengandalkan ke RS Dr Moewardi. Kami harap pasien dengan status observasi bisa dirawat sendiri," lanjutnya.
(nrl/)











































