Saksi Cerita Dapat 'Uang Lelah' dari Terdakwa Penyuap Juliari Batubara

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 20:47 WIB
Sidang kasus suap bansos Corona. (Zunita Amalia/detikcom)
Foto: Sidang kasus suap bansos Corona. (Zunita Amalia/detikcom)
Jakarta -

Kasubag Kepegawaian di Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial, Rizki Maulana mengaku mendapat uang rokok dan uang lelah dari dua terdakwa bansos Corona. Uang digunakan untuk keperluan pribadinya.

Dua terdakwa adalah Harry Van Sidabukke yang divonis bersalah karena menyuap mantan Mensos, Juliari P Batubara, dan anak buah Juliari, Matheus Joko Santoso. Rizky mengaku uang rokok yang diberikan Harry Sidabukke dibagi-bagi dengan lima tim teknis bansos Corona.

"Saya pernah terima dari penyedia (bansos), Pak Harry pernah kasih kami rokok bukan uang untuk teman-teman yang lain juga. Lalu dari Pak Joko ada dapat Rp 85 juta diberikan secara bertahap dari Mei-September 2020," kata Rizki dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).

"Pak Joko ngomongnya itu 'uang lelah' kami selama seminggu karena kami 'full' di ruangan itu terkait bansos ini, kami tidak meminta ke Pak Joko tapi Pak Joko berikan saja," tambah Rizki.

Terkait pemberian Harry, Rizki tidak menjelaskan rinci besarannya. Untuk uang lelah, dia mengatakan itu dari Joko dan tidak tahu sumber uangnya dari mana.

Dia menyebut jumlah uang yang diberikan Joko setiap harinya berbeda. Namun yang dia bisa pastikan total uang yang diterima dari Joko Rp 85 juta.

"Seluruh uang Rp 85 juta itu sudah dikembalikan karena saya sendiri tidak tahu sumber uangnya Pak Joko dari mana," sebut Rizki.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2