Antisipasi Terorisme, Kota Palu Disekat 15 Bagian

Antisipasi Terorisme, Kota Palu Disekat 15 Bagian

- detikNews
Rabu, 08 Mar 2006 17:18 WIB
Jakarta - Mengantisipasi gangguan keamanan di Sulawesi Tengah dari aksi serangan terorisme, Komando Operasi Keamanan Sulawesi Tengah menyekat Kota Palu menjadi 15 wilayah. Tiap-tiap wilayah itu dipasang portal dengan sejumlah petugas Kepolisian.Hal ini disampaikan oleh Komando Koopskam Sulteng Inspektur Jenderal Paulus Purwoko kepada wartawan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/3/2006). Menurutnya langkah ini diambil sebabai upaya antisipatif Kepolisian dalam menanggulangi meningkatkan gangguan keamanan, utamanya aksi-aksi terorisme. "Polisi akan ditempatkan berjaga-jaga di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Palu di 15 portal yang sudah dipersiapkan itu," sebut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.Namun, Paulus tidak merinci dalam bentuk apa saja pengamanan selain penjagaan langsung oleh Polisi. Hanya saja, sudah tiga hari ini, sejumlah kawasan publik di Kota Palu seperti pusat pertokoan Palu Plaza di Palu Barat dan pusat pertokoan Hasanuddin I di Palu Timur dijaga ketat oleh Polisi bersenjata laras panjang. Penjagaan dilakukan hingga dinihari.Selain di Kota Palu, pengamanan serupa juga dilakukan di Kota Poso. Di wilayah 'bara api' itu juga disekat dan dipasangi portal. Meski sebagian warga menyebutkan hal itu sebagai terlalu berlebihan. "Kota Poso seperti darurat sipil. Beragam satuan tugas sudah dibentuk tapi tidak efektif menangani Poso," sebut salah seorang tokoh Poso dalam sebuah pertemuan dengan detikcom di Palu Barat, Sulawesi TengahSementara itu, Kepolisian Resort Poso dilaporkan menangkap dua orang tersangka perampokan yang nyaris menewaskan Ferdi, sopir truk barang di Tomini, Parigi Moutong pekan lalu. Keduanya ditengarai terkait jaringan terorisme di Poso. Mereka adalah Wahid dan Khalid Topo, warga Poso.Penangkapan ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng AKBP Rais Adam. "Kasus ini tengah dalam penyelidikan Polisi," sebut Rais. (jon/)


Berita Terkait