Bayarannya Paling Besar, Ini Peran Tersangka Baru Mafia Karantina Soetta

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 13:59 WIB
Jakarta -

Polisi menetapkan 4 tersangka di kasus mafia karantina di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Satu tersangka baru, yakni GC, berperan memasukkan data tersangka JD ke hotel rujukan untuk karantina.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus awalnya menjelaskan tahapan proses karantina bagi warga negara yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Tahapan itu mulai dari pemeriksaan di imigrasi hingga pendaftaran data diri ke hotel rujukan pemerintah untuk dikarantina.

"Jadi di tahapan pertama pengecekan soal administrasi kesehatan, imigrasi. Kemudian ditentukan karantina kalau dia negatif atau nonreaktif kemudian menuju hotel yang telah ditentukan sesuai aturan Kemenkes. Masuk ke tahap kedua diantar ke hotel rujukan tersebut," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Menurut Yusri, dalam tahap proses karantina ke hotel rujukan tersebut, peran tersangka GC dimulai. Yusri menyebut GC berperan memasukkan data diri tersangka JD ke hotel rujukan. Untuk diketahui, JD adalah WNI yang baru pulang dari India, di mana saat ini ada ketentuan wajib karantina bagi warga yang baru datang dari India.

Namun pada faktanya, tersangka GC hanya memasukkan data diri JD ke hotel tersebut seolah-olah JD melakukan karantina. Padahal, pelaku JD bisa kembali ke rumahnya tanpa harus menjalani karantina kesehatan di hotel.

"Nah pada saat hotel di mana ini peran GC, data orang JD ini misalnya rujukan hotel A dari pemerintah. Tetapi datanya aja yang masuk orangnya nggak masuk. Setelah dia dapat Rp 4 juta orangnya (JD) ini bisa langsung pulang," sebut Yusri.

Lebih lanjut Yusri menambahkan dari pemeriksaan kepada GC diketahui tersangka tersebut menerima bagian bayaran paling besar dari JD dibandingkan tersangka S dan RW.

"Dia ini yang punya peran dan dapat bagian yang cukup besar dari pengiriman yang didapat tersangka yang mengurus ini. Dari Rp 6,5 juta dari JD, Saudara GC dapat Rp 4 juta," terang Yusri.

Kasus dugaan mafia karantina di Bandara Soetta kini memang tengah diusut oleh polisi. Empat orang telah ditetapkan tersangka dari lolosnya JD, WNI dari India masuk ke Indonesia tanpa melewati protokol kesehatan.

Selain kasus tersebut, polisi kini tengah mengusut kelompok lain dengan modus sejenis yang diduga berhasil meloloskan warga negara asing masuk ke Indonesia tanpa prosedur protokol kesehatan.

Sejauh ini sudah ada dua warga negara India yang ditemukan polisi lolos ke Indonesia tanpa melewati protokol kesehatan dari penjagaan di Bandara Soetta.

(ygs/mea)