Vaksin Astrazeneca dari Negara Mana? Ini Penjelasannya

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 12:50 WIB
Australia Atur Ulang Program Vaksinasi Akibat Adanya Efek Samping Vaksin AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Vaksin AstraZeneca menjadi salah satu jenis vaksin corona (COVID-19) yang banyak digunakan berbagai negara di seluruh dunia. Namun timbul pertanyaan baru, vaksin AstraZeneca dari negara mana saja?

Inggris

Vaksin AstraZeneca dari negara mana? Vaksin ini diketahui berasal dari Inggris. Vaksin AstraZeneca diproduksi oleh Universitas Oxford.

Sebenarnya AstraZeneca sendiri merupakan perusahaan farmasi yang khusus memproduksi obat-obatan medis. Perusahaan ini terkenal sebagai produsen obat kanker, salah satunya Tagrisso, untuk mengobati kanker paru-paru.

AstraZeneca memiliki kantor pusat di Cambridge, Inggris, dan pabriknya tersebar di berbagai wilayah di Eropa.

Setelah pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, AstraZeneca turut mengembangkan vaksin AstraZeneca dan menyiapkan vaksin COVID-19.

Korea Selatan

Menjawab pertanyaan vaksin AstraZeneca dari negara mana, diketahui Korea Selatan juga mengembangkan vaksin tersebut.

Korea Selatan memberikan persetujuan untuk vaksin virus Corona kepada AstraZeneca. Korsel juga akan memungkinkan penggunaan pada orang berusia 65 tahun ke atas, meski dewan penasihat memperingatkan masih kurangnya data tentang kemanjurannya untuk kalangan lansia.

Wakil Menteri Kesehatan Korsel Kim Gang-lip mengatakan regulator akan memberikan otorisasi darurat vaksin AstraZeneca dengan syarat perusahaan harus menyerahkan hasil uji klinis lengkapnya.

Vaksin Astrazeneca Korsel diproduksi SK Bioscience, cabang produsen obat dari SK Chemicals.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea sedang meninjau kemanjuran vaksin AstraZeneca-Oxford pada varian baru virus Corona di Inggris atau Afrika Selatan. Oxford sendiri menyatakan vaksinnya memiliki kemanjuran yang sama terhadap varian virus Corona baru di Inggris.

India

Selain Inggris dan Korea Selatan, vaksin AstraZeneca dari negara mana?

Diketahui India juga turut memproduksi vaksin hasil kerjasama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca. Produksi vaksin AstraZeneca diproduksi di Serum Institute, yang berbasis di Pune, Maharashtra.

"Kami telah mengatakan bahwa kami ingin memberikan separuh produksi vaksin kami untuk India dan separuhnya lagi untuk negara lain. Kita perlu memahami bahwa ini merupakan krisis global dan orang di seluruh dunia perlu dilindungi," kata CEO Serum Institute, Adar Poonawalla.

Thailand

Pertanyaan mengenai vaksin AstraZeneca dari negara mana juga bisa dijawab berasal dari Thailand. Diketahui Thailand menjadi mitra perusahaan AstraZeneca untuk memproduksi vaksin COVID-19 di kawasan Asia Tenggara.

Kerjasama AstraZeneca dan Thailand ditandatangani pada 27 November 2020 lalu dengan menunjuk Siam Bioscience sebagai mitra produksinya.

Kepala Institut Vaksin Nasional Thailand Nakorn Premsri mengatakan, vaksin COVID-19 yang diproduksi di Thailand dijadwalkan siap digunakan untuk vaksinasi massal pada Juni 2021.

"Thailand dapat memproduksi kurang lebih 18 juta dosis vaksin AstraZeneca tiap bulannya," kata Nakorn seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/2/2021).

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kesehatan Thailand mengungkapkan, AstraZeneca juga akan bekerja sama dengan Siam Bioscience untuk mendirikan fasilitas manufaktur.

"Dengan transfer teknologi dari AstraZeneca dan mengikuti persetujuan peraturan FDA Thailand, perusahaan menargetkan untuk memiliki batch pertama vaksin yang akan tersedia pada pertengahan tahun depan," kata Ketua Siam Bioscience, Satitpong Sukvimol.

Keunggulan Vaksin AstraZeneca

Di awal kampanye vaksinasi dunia, vaksin AstraZeneca banyak dipakai di sejumlah negara karena sejumlah keunggulan yang dimilikinya. Antara lain, harga yang lebih murah dan vaksin dapat disimpan di suhu udara yang tidak terlalu dingin.

Keunggulan ini membuat negara-negara pemesan vaksin AstraZeneca tidak perlu menyiapkan alat pendingin canggih untuk menyimpan vaksin.

Vaksin ini pertama kali menerima izin penggunaan darat di Inggris Raya pada akhir Desember 2020 lalu, yang kemudian dipakai di Uni Eropa dan negara-negara lainnya.

Efikasi Vaksin AstraZeneca

Menurut laporan Lancet, efikasi AstraZeneca mencapai 70 persen didasarkan atas analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di dua negara, yakni Brasil dan Inggris.

Angka efikasi tersebut didapat dari penggabungan data kelompok orang yang divaksinasi dengan dosis tepat, dan dosis yang keliru. Jika hanya menggunakan data kelompok dosis yang tepat, ditemukan efikasi sebesar 64%. Diketahui standar efikasi minimal vaksin COVID-19 adalah 50%.

Polemik Pembekuan Darah

Menjawab pertanyaan vaksin AstraZeneca dari mana, dilansir BBC, regulator Obat Inggris (MHRA) menyelidiki kasus pembekuan darah langka di Inggris pada orang yang baru saja menerima vaksin Oxford-AstraZeneca.

Ditemukan bahwa 79 orang--dua pertiga dari mereka perempuan--mengalami pembekuan darah setelah menerima dosis vaksin pertama. Sembilan belas dari mereka meninggal.

Per Maret 2021, lebih dari 20 juta dosis vaksin AstraZeneca telah diberikan di seluruh Inggris.

MHRA mengatakan sekitar empat dari sejuta orang bisa mengalami pembekuan darah. Sementara itu, regulator obat-obatan Inggris itu mengatakan belum terbukti suntikan vaksin menyebabkan pembekuan.

"Manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risiko virus - rawat inap dan kematian - bagi sebagian besar orang," kata Kepala MHRA, Dr June Raine.

Tonton juga Video: Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)