Ketua KPK soal Cikal Bakal Korupsi: Pendapatan di Luar Gaji Dianggap Rezeki

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 11:16 WIB
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan tindakan korupsi terjadi karena dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yang dimaksud adalah gagal, lemah, dan buruknya sistem yang terdapat di suatu lembaga, sehingga terdapat adanya kesempatan tindakan korupsi.

"Faktor eksternal terjadi karena pertama, korupsi terjadi karena sistem. Bisa saja itu terjadi karena ada peluang untuk melakukan korupsi, yang kita sebut dengan corruption because of fail or bad system. Korupsi disebabkan karena gagal, lemah dan buruknya sistem," kata Firli, pada webinar dengan tema 'Mewujudkan Dunia Usaha Tanpa Korupsi', Rabu (28/3/2021).

"Karena itu, KPK melalui pendekatan pencegahan tindak korupsi sebagaimana tugas pokok KPK Pasal 6 huruf (a) Undang-Undang (UU) 19/2019 atas perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002," sambungnya.

Sedangkan, untuk faktor internalnya, Firli menyebut korupsi terjadi karena seseorang itu memiliki sifat permisif atau terbuka. Selain itu, menurutnya, korupsi juga terjadi karena integritas pribadi seseorang yang dapat mempengaruhi ke lingkungan sekitar.

"Terwujud dalam tindakan dan sikap kita. Saya ingin garis bawahi faktor internal yang terjadi. Pertama adalah karena kita memiliki perasaan permisif terhadap korupsi. Masih ada yang menganggap bahwa pendapatan di luar gaji dan pendapatan sah, itu adalah rezeki. Di sana lah cikal bakal terjadinya korupsi," ujar Filri.

"Yang kedua, korupsi itu terjadi karena integritas pribadi. Integritas pribadi akan berpengaruh kepada integritas kelompok, unit kerja, satuan kerja, bahkan lembaga. Karenanya saya mengajak rekan-rekan semua yang berperan aktif di bidang usaha, tidak melakukan korupsi," tambahnya.

Webinar itu dihadiri juga oleh Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang menyebut korupsi sebagai kejahatan manusia yang luar biasa. Menurutnya, korupsi membuat para investor enggan menanamkan modal usahanya di Indonesia.

"Korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa, karena korupsi berakibat secara signifikan terhadap segala aspek kehidupan, khususnya aspek sosial dan ekonomi. Salah satu dampak yang memprihatinkan adalah tindakan korupsi membuat pengusaha enggan menanamkan modal di Indonesia, karena tingginya biaya transaksi yang berkaitan dengan proses di berbagai aspek birokrasi," kata Kartika Wirjoatmodjo.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.