Hari Perempuan Dunia
India Perangi Aborsi Janin Wanita
Rabu, 08 Mar 2006 16:03 WIB
Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi kalau anak laki-laki lebih disukai dalam keluarga India. Akibatnya, banyak terjadi pengguguran janin perempuan.Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret ini, pemerintah India bertekad memerangi praktek yang telah berlangsung lama tersebut.Menurut survei terbaru, sekitar 10 juta janin perempuan di India telah digugurkan dalam 20 tahun terakhir. Demikian seperti diberitakan Channel News Asia, Rabu (8/3/2006).India saat ini tengah mengalami ketidakseimbangan rasio jenis kelamin yang terus meningkat. Ini ada kaitannya dengan praktek aborsi janin perempuan. Menurut pandangan keluarga India, punya anak perempuan berarti harus mengeluarkan biaya besar. Pasalnya, keluarga harus menabung untuk menyiapkan mas kawin bagi putri mereka saat menikah nanti.Peringatan Hari Perempuan Internasional pada hari ini ditandai dengan aksi beberapa anak laki-laki yang berpakaian seperti perempuan. Anak-anak itu memperagakan pembunuhan atau aborsi janin perempuan.Aksi tersebut dilakukan para siswa di Punjab. Mereka berharap cara ini akan mengubah pandangan buruk soal anak perempuan yang telah berakar di sebagian masyarakat India.Aksi pelajar tersebut mendapat dukungan badan pemerintah. "Di waktu mendatang, kami harap anak-anak akan mendukung upaya untuk menghentikan praktek jahat ini dan membantu mempertahankan keseimbangan alam," ujar Bahadur Singh Aujla, pejabat Kantor Informasi dan Pendidikan Rakyat.Untuk mengurangi tingkat aborsi janin perempuan, pemerintah India sebenarnya telah melarang praktek penggunaan USG untuk memastikan jenis kelamin janin. Namun tetap saja pelanggaran-pelanggaran terjadi. Apalagi alat USG kini bisa ditemui di banyak kota.
(ita/)











































