Ini 3 Kota Tempat Baiat Teroris, Diduga Terkait Penangkapan Munarman

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 18:21 WIB
Jakarta -

Eks Sekum Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror lantaran diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota. Baiat di tiga kota itu diduga dihadiri oleh Munarman.

Baiat pertama yang diduga dihadiri oleh Munarman ialah baiat ISIS di Makassar. Seorang simpatisan FPI, Anzhar, mengaku pernah berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi. Dia dibaiat pada 2015.

"2013 saya mulai bergabung di FPI dan mengikuti aksi (sweeping) miras, kalau video yang saya ikuti, cuma aksinya karena saya termasuk simpatisan bukan anggota. Dan saya mengikuti sweeping miras 3 kali," ujarnya dalam video yang dilihat, Minggu (7/2/2021).

Lalu, pada 2015, Anzhar menuturkan mengikuti tabligh akbar di Makassar. Dalam acara itu, dia menyebutkan sejumlah anggota FPI yang hadir, salah satunya eks Sekum FPI Munarman.

"Pengisi acara tersebut ada Ustaz Munarman, Ustaz Ansori, dan Ustaz Basri, dan beberapa anggota FPI Ustaz Agus Salim, Abdurahman, Bang Yos, Abu Amal, Akbar, Muslimin, Mizwan, Ipul, Wawan, dan saya sendiri," ujarnya.

Namun mantan Sekretaris FPI Sulawesi Selatan (Sulsel), Agus Salim Syam, membantah narasi ormas yang pernah diikutinya berbaiat ke ISIS. Dia menegaskan isu tersebut sudah dibantah pada 2015.

"FPI tidak pernah berbaiat terhadap ISIS. Coba nanti, itu kan ada penolakan dari kami terhadap ISIS itu, tahun 2015 yang dilakukan DPP terkait ISIS," ujar Agus saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (4/2).

Munarman juga disebut-sebut terlibat dalam baiat di UIN Jakarta. Saksi di persidangan bom Thamrin, Adi Jihadi pernah menyatakan pernah dibaiat ISIS di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat. Baiat yang dimaksud adalah mengucapkan sumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Awalnya anggota majelis hakim Irwan bertanya apakah Adi pernah dibaiat apa tidak. Lalu Adi mengaku pernah.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada 2014. Jaksa penuntut umum (JPU) Nana Riyana menanyakan siapa yang dimaksud amirulmukminin, kemudian dijawab pimpinan ISIS.

Munarman juga disebut-sebut terkait dengan baiat di Medan. Baiat ini terkait dengan aksi bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution di Mapolrestabes Medan pada 13 November 2019 pagi. Akibat bom bunuh diri itu, sejumlah orang menjadi korban.

Pimpinan teroris bom Porestabes Medan, Salman Alfarizih (42), pun dihukum 6 tahun penjara dalam vonis 16 Desember 2020. Salman terbukti sebagai Ketua JAD Belawan yang mendoktrin anak buahnya melakukan bom bunuh diri hingga menimbulkan kematian sejumlah orang.

Salman harus bertanggung jawab untuk membuat organisasi yang menegakkan syariat Islam di seluruh dunia dengan langkah-langkah yang telah Salman lakukan.

"Antara lain merekrut anggota dengan cara dibaiat, mempersiapkan diri dengan cara idad, baik idad fisik, keahlian, dan persenjataan seperti senjata api, pisau, panah, dan bom yang akan digunakan untuk hijrah dan jihad hal tersebut Terdakwa lakukan bersama dengan seluruh kelompok JAD yang Terdakwa pimpin dengan target utama di Indonesia adalah anggota kepolisian," ujar majelis.

Sebelumnya, Munarman ditangkap di kediamannya di Pamulang oleh Densus 88. Munarman disebut terlibat baiat ISIS di tiga kota.

"(Ditangkap terkait) baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021).

Ramadhan menuturkan penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB tadi. Ramadhan juga menyebut Densus 88 Antiteror menggeledah eks markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Penangkapannya dilakukan kurang-lebih pukul 15.00 WIB, dan saat ini sedang dilakukan penggeledahan di Petamburan," tutur Ramadhan.

(rdp/tor)