Preman di Riau Lakukan Aksi Mata-mata Sebelum Serang Petugas Bea Cukai

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 17:04 WIB
Konferensi pers di Polresta Pekanbaru (Raja Adil-detikcom)
Konferensi pers di Polresta Pekanbaru (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi menangkap delapan preman diduga penyerangan petugas Bea-Cukai Kantor Wilayah Riau. Delapan orang itu bertugas mengawal pengiriman barang ilegal.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang mengatakan para pelaku datang melakukan penyerangan setelah dihubungi. Dia menyebut sebenarnya pelaku total berjumlah 14 orang.

"Mereka saat itu dihubungi karena sudah siap. Jadi mereka sudah siap membantu bila ada hambatan ketika barang ilegal ini bergeser," kata Nandang saat rilis kasus di Mapolresta, Selasa (27/4/2021).

Para pelaku yang sudah siaga langsung datang melakukan penyerangan saat diberi informasi bahwa mobil yang membawa rokok ilegal ditangkap. Namun ada pula kendaraan yang ikut mengawal pengiriman barang. Penyerangan itu sendiri terjadi pada Senin (19/4) malam.

"Ternyata benar kendaraan disetop, ada satu unit kendaraan memata-matai dari kelompok mereka. Ada juga orang yang menghubungi untuk penyerangan ketika mobil bawa diduga rokok ilegal disetop," katanya.

Selain mengamankan delapan pelaku, Sat Reskrim menyita empat unit kendaraan, di mana tiga unit dipakai penyerangan dan satu unit yang membawa rokok ilegal.

"Empat kendaraan kami amankan, satu ini yang bawa rokok ilegal. Namun, saat diamankan, rokok sudah tidak ada di mobil. Mereka ini tak dibayar, memang bertugas membantu pengiriman biar aman," katanya.

Kasat Reskrim Kompol Juper mengatakan pembuntutan dilakukan dari daerah Sigunggung, Palas, Senapelan, hingga ke Jalan Juanda. Di Jalan Juanda, mobil itu dihentikan petugas Bea-Cukai dan terjadi penyerangan.

"Dari awal petugas Bea-Cukai ini sudah mengintai mobil yang membawa rokok dari Sigunggung. Diikuti ke Palas, Senapelan, dan terakhir di Juanda. Saat akan dicek tidak mau turun dan jarak 5 menit terjadi serangan," katanya.

Juper menduga para pelaku merupakan preman yang dipakai oleh bandar barang ilegal dalam membantu penyelundupan. Mereka siaga di beberapa titik memantau distribusi barang.

"Tidak menutup kemungkinan mereka ini bagian dari sindikat yang membekingi rokok ilegal. Makanya kami masih buru enam orang lagi, termasuk otak pelaku dalam penyerangan," kata Juper.

(ras/haf)