Diancam Akan Dibunuh, Ade Daud Nasution Ngadu ke Polisi
Rabu, 08 Mar 2006 14:52 WIB
Jakarta - Masih ingat Ade Daud Nasution? Dia anggota DPR yang sempat kena bogem mentah anggota Pemuda Panca Marga (PPM). Nah, kali ini ia dan keluarganya diancam akan dibunuh seorang purnawirawan TNI.Ancaman itu disampaikan lewat surat yang dikirimkan Achmat Jaelani, purnawirawan TNI yang terakhir berpangkat Serda.Rupanya Achmat selalu memperhatikan pernyataan-pernyataan keras Ade soal TNI, sehingga ia kesal dan sakit hati.Ade pun pantang membuang waktu, ia menanggapi surat itu dengan serius dan langsung melaporkan ancaman tersebut kepada polisi dan pimpinan Komisi I Theo L Sambuaga."Saya diancam mau dibunuh. Suratnya saya terima kemarin. Saya sudah sampaikan kepada Pak Theo dan sudah lapor polisi," kata Ade di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (8/3/2006). Ade lalu membagi-bagikan fotokopian surat itu kepada wartawan.Dia menduga, ancaman kepadanya terkait dengan keberaniannya membongkar kasus-kasus yang ada hubungannya dengan TNI. Karena selain kasus Kazan (rekanan TNI dalam pengadaan perbekalan) beberapa waktu lalu, dalam rapat dengan jajaran Menko Polhukam, Senin 6 Maret, ia juga mempertanyakan masalah ketidakjelasan uang Asuransi ABRI (Asabri) sebesar Rp 430 miliar."Kalau tidak dibongkar, kasihan sama prajurit. Saat ini kita selalu bicara soal kesejahteraan, tapi faktanya belum," kata Ade.Soal ancaman kepada Ade, Ketua DPR Agung Laksono meminta agar semua masalah tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, karena DPR merupakan tempat orang menyampaikan aspirasi dan bicara.Dalam surat itu Achmat menulis kata "Daud" dengan "Daut". Banyak pula kata kasar dan makian yang tidak etis diungkapkan. Berikut petikan surat yang dilayangkan Achmat kepada Ade:Kepada (sensor): Ade Daut NasutionAnggota DPR penipu rakyat IndonesiaDan kalau lihat bacotmu bicara yakin kamu bukan orang Islam (karena Islam menganjurkan agar mulut itu digunakan untuk bicara yang baik dan sopan santun), bukan karena baru menjadi anggota DPR seakan-akan kebal hukum menjadi yang paling hormat. Padahal anggota DPR sekarang bukan wakil rakyat lagi tetapi sekadar basa-basi, tapi tujuan utamanya mencari uang dan nama. Jabatan anggota DPR maling.Anda telah melecehkan nama ABRI milik rakyat Indonesia. Sudah sepantasnya saudara dihakimi rakyat Indonesia, karena kamu sebagai anggota DPR cara bicaranya pantas anak tamatan kelas IV SD, jangan-jangan ijazah palsu, mohon Polri diselidiki dan dua-duanya diusut. Jangan si pemukul saja yang ditahan polisi. (sensor) Daut Nasution harus diperiksa dengan tuduhan:1. Melecehkan Angkatan Bersenjata RI2. Ada dugaan ijazah palsuKalau dalam tempo yang tidak lama tidak meminta maaf kepada seluruh ABRI dan rakyat Indonesia atas ucapannya dan membenarkan yang memukul atas ucapannya, baik di media TV/cetak, maka tunggu tanggal mainnya, kan kubunuh (sensor) Ade Daut Nasution, istrimu, anakmu dan kerabatmu. Mintalah pengawalan yang berwajib. Ini tidak main-main karena melukai keluarga besar ABRI dan rakyat Indonesia. Kuburan sudah menunggu kamu (sensor).Tertanda Tangan Achmat JaelaniPurnawirawan ABRI/SerdaCatatan: alamat tinggal kamu/keluarga sudah kita ketahuiTembusan:Kapolri, KSAD, KSAU, KSAL
(umi/)
