Obral Remisi Tommy, YLBHI Desak Hamid Awaludin Diperiksa

Obral Remisi Tommy, YLBHI Desak Hamid Awaludin Diperiksa

- detikNews
Rabu, 08 Mar 2006 13:54 WIB
Jakarta - Pemberian remisi terhadap narapidana Tommy Soeharto dinilai sudah sangat keterlaluan. Direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Daniel Pandjaitan mencurigai ada permainan dibalik obral remisi yang diberikan kepada Tommy."Remisi ke Tommy sudah keterlaluan. Saya curiga ada permainan dari yang memberikan remisi. Menteri Hamid Awaludin harus diperiksa. Komisi III DPR wajib memanggil Hamid," kata Daniel Pandjaitan saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (8/3/2006). Daniel yang sudah bertahun-tahun menangani kasus pidana ini mengatakan, pemberian remisi terhadap Tommy, terpidana 10 tahun penjara sejak tahun 2001 ini tidak wajar. Apalagi, dalam waktu 5 tahun dipenjara, dia sudah mendapat remisi 35 bulan, 104 hari.Demikian juga jika dilihat dari dasar pemberian remisi. "Setahu saya, tidak ada remisi hanya karena donor darah. Donor darah bukan acuan pemberian remisi. Apalagi jika diberikan lebih dari satu bulan setiap tahun. Ini pasti ada permainan. Hamid harus diperiksa," kata Daniel.Obral remisi terhadap Tommy, menurut Daniel jelas-jelas melukai rasa keadilan masyarakat. "Apalagi Tommy selama dipenjara dengan sangat mudah bolak-balik ke Jakarta. Lalu apa artinya hukum buat Tommy. Ini sudah permainan," tandasnya. (jon/)


Berita Terkait