8 Hari Berlalu, Kebakaran Lahan Ban Bekas di Gunungputri Bogor Belum Padam

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 20:48 WIB
Api masih menyala di TKP kebarakan lahan ban bekas, Gunung Putri, Bogor, Senin (26/4/2021).
Api masih menyala di TKP kebarakan lahan ban bekas, Gunungputri, Bogor. (Sachril/detikcom)
Bogor -

Petugas damkar masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan ban bekas di Gunungputri, Kabupaten Bogor. Sudah Seminggu lebih, api belum juga padam.

"Belum (padam), masih proses pendinginan. Ya (sudah) 8 hari (api belum kunjung padam)," ucap Komandan Damkar sektor Cileungsi, Hendra, saat dihubungi, Senin (26/4/2021).

Hendra menjelaskan, kebakaran yang terjadi di kawasan Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, belum juga padam karena tumpukan ban bekas di sekitar lokasi padat. Dia mengatakan pemadaman dilakukan dengan menurunkan ekskavator.

"Lama padamnya karena bahan bakunya, bahan baku karet ban mobil, tumpukannya itu mencapai 4 meter. Bahan bakunya kan bannya sudah dipotong-potong, jadi dipotongnya padat ditumpuknya, jadi pada saat dia menyala, itu apinya ada di bawah. Jadi kita siram pun, air hanya memadamkan di atas saja, di bawahnya nggak padam," ujarnya.

"Akhirnya kita cari solusinya harus mempergunakan alat berat, yaitu deco. Jadi diguar sama deco, diacak sama deco, disiram sama kita biar air masuk ke dalamnya. Karena nggak mungkin kita korek itu pakai tangan, kayu, karena itu padat, keras. Itu tumpukannya sudah bertahun-tahun," jelasnya.

Hendra menambahkan, tumpukan ban bekas yang terbakar ini memiliki luas 1 hektare lebih. Damkar, lanjutnya, bekerja selama 24 jam nonstop agar api padam.

Dia berharap kebakaran ini bisa padam seluruhnya besok hari.

"Ini sudah mendekati keberhasilan. Seluruhnya sudah hampir padam, hanya sebagian tumpukan lagi yang ketinggiannya di angka 5 meter, itu ada kemungkinan luasnya sekitar 6 meter persegi lah. Tinggal itu aja yang sekarang kita tempur nih. Saya berharapnya besok siang sampai malam sudah selesai, harapannya besok sudah selesai. (Kita bekerja) 24 jam nonstop karena kita tinggalkan air kurang dari setengah jam, itu api timbul lagi. Makanya air non setop," jelas Hendra.

Sebelumnya, mes tenaga kerja asing (TKA) di Gunungputri, Kabuparen Bogor, terbakar. Kebakaran ini bermula dari kebakaran lahan berisi limbah ban bekas.

"Tidak hanya limbah ban bekas yang terbakar, tetapi juga membakar mes. Tidak ada korban jiwa," kata AKBP Harun di Bogor, seperti dilansir di Antara, Selasa (20/4).

Kebakaran disebut terjadi dari pukul 18.50 WIB itu akibat sambaran petir pada pohon, kemudian apinya merambat ke tumpukan ban bekas dan sebuah mes yang lokasinya berdekatan.

Lokasi kebakaran berada tak jauh dari jalan raya sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Kendaraan pribadi harus memutar balik demi memberi akses kepada mobil penegak kebakaran.

Simak juga video 'Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Palmerah, 19 Unit Damkar Dikerahkan':

[Gambas:Video 20detik]

(sab/zak)