Flu Burung Kian Menyebar, Kemungkinan Pandemi 90 Persen
Rabu, 08 Mar 2006 13:03 WIB
Jakarta - Virus maut flu burung terus menyebar cepat. Kemungkinan terjadinya pandemi flu burung kian meningkat. Bahkan besanya kemungkinan virus H5N1 bermutasi menjadi bentuk yang mudah menular antarmanusia adalah 90 persen. Demikian disampaikan seorang ahli virus terkemuka Rusia. Dia mengimbau pemerintah untuk bersiap menghadapi pandemi flu burung seiring dengan menyebarnya virus mematikan itu ke Nigeria dan Polandia."Tidak ada langkah karantina yang bisa mencegah pandemi. Itu cuma bisa memperlambatnya selama beberapa hari saja," ujar Dmitry Lvov, Direktur Institut Virologi di Akademi Sains Rusia.Pemerintah harus menyiapkan setidaknya 100 ribu tempat tidur di rumah sakit dan menyediakan obat-obatan untuk memerangi gejala-gejala virus flu burung. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (8/3/2006).Sejauh ini flu burung telah menewaskan sekitar 94 orang di seluruh dunia sejak tahun 2003 lalu. Korban jiwa terbanyak terjadi di Asia. Di Eropa, virus H5N1 telah ditemukan di 20 negara. Sebagian wilayah Rusia juga telah terdeteksi kasus flu burung.Di Polandia, tiga angsa yang ditemukan tewas di kota Torun dinyatakan positif terjangkit virus flu burung. Sejauh ini Rumania tercatat sebagai negara Eropa yang paling parah diserang flu burung, yakni dengan 40 kasus flu burung pada unggas.Di Nigeria, beberapa burung ditemukan mengidap penyakit flu burung. Nigeria merupakan negara Afrika pertama yang mendeteksi virus flu burung pada hewan unggasnya. Pemerintah Nigeria tengah melakukan operasi besar-besaran untuk mengatasi masalah ini.Demikian disampaikan Menteri Informasi Nigeria Frank Nweke. "Pemusnahan burung-burung yang terinfeksi (flu burung) dan dekontaminasi daerah-daerah terjangkit di tiga negara bagian tlah dimulai," ujar Nweke.H5N1 juga telah ditemukan di negeri tetangga Niger. Dikhawatirkan penyakit ini akan terus menyebar lebih luas.
(ita/)











































