Mengenal Korps Hiu Kencana yang Prajuritnya Gugur di KRI Nanggala-402

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 10:31 WIB
Kapal selam KRI Nanggala dengan 53 awak terus dicari, keluarga: Kami masih syok
Korps Hiu Kencana jadi sorotan usai tenggelamnya KRI Nanggala-402 (Foto: BBC World)
Jakarta -

Korps Hiu Kencana kehilangan prajurit terbaiknya setelah KRI Nanggala-402 tenggelam dan 53 awaknya gugur di perairan Bali. Hiu Kencana merupakan sebutan untuk Korps Satuan Kapal Selam RI yang punya sejarah panjang dan tradisi bermakna.

Dikutip dari 'Tradisi TNI Angkatan Laut' yang diakses dari situs TNI, berikut sejarah Korps Hiu Kencana yang awaknya gugur di perairan Laut Bali.

Kelahiran Korps Hiu Kencana

Sejarah terbentuknya Korps Hiu Kencana diawali dengan diikutinya pendidikan oleh para awak kapal di Polandia pada 5 Agustus 1958. Mereka kemudian kembali ke tanah air tepat satu tahun kemudian, yakni 5 Agustus 1959 di bawah pimpinan Mayor Pelaut RP Poernomo.

Pada 12 September 1959, Korps Hiu Kencana lahir ketika Uni Soviet melakukan serah terima dua kapal selam kepada Indonesia. Kedua kapal selam itu diberi nama RI Tjakra di bawah Komandan Laksma TNI (Purn) RP Poernomo dan RI Nanggala dengan Komandan Mayor Pelaut OP Koesno.

Ada 12 Unit Kapal Selam

Di awal-awal pembentukan Korps Hiu Kencana saat itu memiliki 12 unit kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet, yaitu RI Tjakra, RI Nanggala, RI Nagabanda, RI Tjandrasa, RI Trisula, RI Nagarangsang, RI Wijayadanu, RI Hendrajala, RI Bramastra, RI Pasopati, RI Tjundamani, dan RI Alugoro.

Dibentuk Divkasel

Tepat dua hari setelahnya, tepat pada 14 September 159, Divisi Kapal Selam (DIVKASEL) dibentuk di tubuh Komando Armada sesuai surat keputusan Men/KASAL No. A. 4/2/10. Komandan Laksma TNI (Purn) RP Poernomo diangkat sebagai Komandan Divkasel pertama RI.

Perbaikan Kapal

Di era reformasi, pemerintah Indonesia melakukan perbaikan menyeluruh (overhaul) secara bertahap sejumlah kapal selam di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Okpo, Korea Selatan. Kapal tersebut antara lain, KRI Cakra-401 (2004-2006), KRI Nanggala-402 (2010-2012).

Overhaul dilakukan terutama pada sistem Sewaco, khususnya KRI Nanggala-402 dengan meningkatkan sistem kendali senjata (fire control system) menjadi Combat Management System (CMS) yang lebih modern.

Makna Lambang Hiu Kencana

Brevet Hiu Kencana jadi lambang kehormatan yang melekat erat bagi Korp Satuan Kapal Selam RI.

Lambang Brevet Hiu Kencana terdiri dari dua hiu berhadapan, lambang periskop dan gambar tujuh gelombang dan lima buah garis insang pada leher hiu yang memiliki filosofi masing-masing.

Dua hiu saling berhadapan bermakna dengan tekad mempertahankan kehadiran kapal selam di lautan sebagai bentuk kemampuan dan supremasi di laut. Kapal selam diharapkan selalu dalam keadaan siap tempur pada posisi menyelam sebagai simbol kesenjataan strategis yang ampuh.

Sementara itu, periskop disimbolkan sebagai sikap selalu waspada mengamati setiap jengkal perairan negara. Gambar tujuh gelombang mewakili samudera di dunia.

Lebih lanjut, lima buah garis insang pada leher hiu pertanda Warga Hiu Kencana bernafaskan Pancasila.

Penyematan Brevet Hiu Kencana pertama kali diberikan kepada seluruh awak kapal selam yang baru selesai pendidikan di Polandia pada 11 September 1959.

Filosofi Brevet Hiu Kencana

Secara menyeluruh, Brevet Hiu Kencana dimaknai sebagai 'Dengan landasan falsafah hidup Pancasila sebagai Prajurit Sapta Marga tugas akan dilaksanakan dengan penuh keberanian dan ketabahan serta sanggup mengemban tugas sampai titik darah penghabisan'

Brevet Hiu Kencana juga melambangkan perjuangan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah serta dedikasi untuk selalu mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tonton video 'Blak-blakan Laksda (Purn) Frans Wuwung: Manuver Nanggala Bikin Gentar Australia-Filipina':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)