Komisi I DPR Berbelasungkawa Atas Gugurnya Kabinda Papua

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 21:01 WIB
Partai Golkar menggelar diskusi bertemakan Bersatu Melawan Corona yang digelar di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). Diskusi dihadiri (kiri ke kanan) Satgas Waspada & Siaga Corona DR Erlina Burhan, Direktur Eksekutif CSIS Phillip J Vermonte, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, dan Deputi V BIN Mayjen TNI Afini Boer.
Foto: Grandyos Zafna-Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid
Jakarta -

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengaku kaget dengan berita gugurnya Kabinda Papua, Putu Dani Nugraha Karya akibat baku tembak dengan KKB di Papua. Ia pun mengatakan Komisi I DPR sangat berduka cita atas kejadian ini.

"Minggu ini merupakan minggu yang paling menyedihkan bagi Komisi 1 DPR RI setelah kemarin kami dikabarkan Kapal Selam Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur di Laut Bali, hari ini salah seorang putra terbaik bangsa juga gugur diterjang peluru kelompok teroris dan separatis di Papua," sebut Meutya dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Meutya mengatakan pihaknya mendapat penjelasan dari BIN yang menyebut Brigjen TNI, I Gusti Putu Dani Nugraha Karya ke Kp. Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (lokasi penembakan) dalam rangka mengamankan situasi di Distrik Beoga oleh Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri.

"Keikutsertaan beliau untuk melakukan observasi lapangan dan menentukan lokasi titik ambush Pasukan Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga) yang dibakar pada 17 April 2021," ujar Meutya.

Menurutnya Kabinda Papua yang dikenal telah lama berkecimpung di dunia intelijen. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Asintel Kodam Jaya dan Asintel Kopassus. Ia menyebut baret merah Kopassus yang disandang Kabinda Papua bukan sembarang orang bisa memperoleh predikat tersebut.

"Keinginannya untuk terjun langsung ke wilayah Kp. Dambet merupakan instinct akan masih adanya kelompok KKB di wilayah tersebut. Gugurnya Brigjen TNI I Gusti Putu Dani Karya merupakan kehilangan yang begitu besar bagi BIN, TNI, dan Kopassus," sebut Meutya.

Meutya mengatakan adanya kontak tembak dan teror pembakaran terhadap masyarakat di Kp.Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menunjukkan kelompok ini bukan hanya ingin memisahkan diri dari Indonesia, melainkan juga ingin terus membuat kekacauan dan teror bagi masyarakat Papua.

"Untuk itu, Komisi I terus mendukung BIN, TNI, dan Polri untuk memberantas keberadaan KKB di Papua. Jangan pernah kalah dari mereka, mengutip kata-kata dari Jenderal Besar Sudirman, 'karena kewajiban kamulah untuk tetap pada pendirian semula, mempertahankan dan mengorbankan jiwa untuk kedaulatan negara dan bangsa kita seluruhnya,'" katanya mengakhiri.

(ega/ega)