Pejabat Makassar Tur ke Eropa, MIL Ancam Adukan ke Kejati
Rabu, 08 Mar 2006 10:59 WIB
Makassar -
Kepergian sekitar 20 orang pejabat pemerintah kota (Pemkot) Makassar tur ke Eropa membuat sejumlah LSM di Makassar berang. Bahkan mereka mengancam akan mengadukan ke Kejati Sulsel. "Kami akan mengadukan mereka ke Kejati Sulsel. Mereka memakai uang rakyat untuk jalan-jalan ke Eropa dengan dalih melakukan promo wisata Makassar di sana," tutur Supriansa, Ketua Makassar Intellectual Law (MIL) pada detikcom, Rabu (8/3/2006). Menurut Supri, sampai saat ini pihaknya dalam proses pengumpulan data sebelum melaporkan kasus ini ke Kejati Sulsel. "Kan kumpulkan data dulu," ucapnya. Sementara itu, Syamsuddin Alimsyah, ketua Komite Pemantau Legislatif (Kopel) mengungkapkan bahwa aparat hukum harusnya lebih aktif di dalam persoalan ini. "Tanpa aduan pun aparat harusnya langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus ini," tuturnya. Sekadar diketahui, sekitar 20 pejabat di Makassar berangkat ke Eropa pada Senin 6 Maret dalam rangka promosi wisata Makassar. Mereka dijadwalkan mengikuti pameran dan pasar wisata terbesar di dunia, Internationale Tourisma Bourse (ITB) di Berlin, Jerman. Selain kalangan pejabat seperti Wakil Wali Kota Andi Herry Iskandar dan Ketua DPRD Makassar Ince Adnan Mahmud, Asisten II Pemkot Makassar Abd Latief dan Kepala Dinas Pariwisata Eddy Kosasih Parawansa, turut juga enam istri pejabat-pejabat yang juga ikut dalam rombongan tersebut. Setelah mengikuti acara di Jerman, mereka juga dijadwalkan akan promosi wisata di Amsterdam (Belanda), Milan dan Venesia (Italia) dan Jenewa (Swiss). Biaya tur para pejabat ini memakai dana APBD 2006 sebanyak Rp 1,5 miliar. "Jalan-jalan" para anggota dewan ini sebagai bentuk persiapan Pemkot Makassar yang akan menjadi tuan rumah Pasar Wisata Internasional pada September mendatang. Diperkirakan, sebanyak 125 negara akan turut berpartisipasi dalam acara ini.
(nrl/)










































