Menag: Semoga Awak KRI Nanggala-402 Tercatat sebagai Syuhada

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 09:36 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Istimewa)
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dok Istimewa)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas berduka atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Menag Yaqut mendoakan para awak KRI Nanggala-402.

"Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sore tadi (kemarin) menyatakan kapal selam TNI Angkatan Laut (AL) KRI Nanggala-402 tenggelam. Ini tentu menjadi kabar duka, tidak hanya bagi keluarga awak KRI 402 dan TNI, tapi juga duka Indonesia. Saya mengucapkan duka mendalam," kata Menag Yaqut seperti dilansir dari situs Kemenag, Minggu (25/4/2021).

Sejumlah prajurit TNI AL berada di KRI Raden Eddy Martadinata-331 ketika sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Sedikitnya 21 KRI dikerahkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) dan pada Sabtu (24/4) dinyatakan  tenggelam oleh TNI setelah ditemukannya serpihan otentik milik kapal selam tersebut. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.Sejumlah prajurit TNI AL berada di KRI Raden Eddy Martadinata-331 ketika sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Sedikitnya 21 KRI dikerahkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) dan pada Sabtu (24/4) dinyatakan tenggelam oleh TNI setelah ditemukannya serpihan autentik milik kapal selam tersebut. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Menag Yaqut meminta masyarakat Indonesia mendoakan para awak KRI Nanggala-402. Menag Yaqut berharap awak KRI Nanggala-402 tercatat sebagai syuhada.

"Semoga, mereka semua tercatat sebagai syuhada dan pejuang bangsa. Keluarga mereka semoga juga senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan. Amin," lanjut Menag Yaqut.

Sejumlah prajurit TNI AL berada di KRI Raden Eddy Martadinata-331 ketika sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Sedikitnya 21 KRI dikerahkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) dan pada Sabtu (24/4) dinyatakan  tenggelam oleh TNI setelah ditemukannya serpihan otentik milik kapal selam tersebut. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.Sejumlah prajurit TNI AL berada di KRI Raden Eddy Martadinata-331 ketika sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Sedikitnya 21 KRI dikerahkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) dan pada Sabtu (24/4) dinyatakan tenggelam oleh TNI setelah ditemukannya serpihan autentik milik kapal selam tersebut. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc)

Sebelumnya, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam berdasarkan sejumlah bukti autentik. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut kapal selam yang membawa 53 manifes prajurit TNI AL itu tenggelam berdasarkan penemuan tumpahan minyak dan serpihan.

"Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," kata Hadi dalam konferensi pers di Bali, Sabtu (24/4).

Simak video 'Lagu 'Sampai Jumpa' Jadi Kenangan Terakhir Awak KRI Nanggala 402':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)