Komisi I DPR Harap KTT ASEAN Hasilkan Solusi Konkret Kekerasan Myanmar

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 11:02 WIB
Partai Golkar menggelar diskusi bertemakan Bersatu Melawan Corona yang digelar di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). Diskusi dihadiri (kiri ke kanan) Satgas Waspada & Siaga Corona DR Erlina Burhan, Direktur Eksekutif CSIS Phillip J Vermonte, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, dan Deputi V BIN Mayjen TNI Afini Boer.
Meutya Hafid (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

KTT ASEAN atau ASEAN Leaders' Meeting (ALM) akan berlangsung di gedung Sekretariat ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, siang ini. Pertemuan yang rencananya dihadiri pemimpin dari tujuh negara itu diharapkan bisa menyelesaikan krisis di Myanmar.

"Kami DPR mendukung pelaksanaan ASEAN Leaders' Meeting. Di mana agenda ini merupakan inisiatif Presiden Joko Widodo untuk bersama-sama mencari solusi menyelesaikan krisis di Myanmar," kata Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (24/4/2021).

Meutya mengharapkan pertemuan para pimpinan negara ini bisa menghasilkan jalan terbaik bagi krisis yang terjadi di Myanmar. Sehingga, kata dia, kekerasan yang terjadi dapat dihentikan.

"Kami harapkan negara-negara ASEAN dapat memberikan jalan terbaik dan konkret sehingga kekerasan di Myanmar dapat segera dihentikan," ujar Meutya.

Meutya pun berharap seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan KTT ASEAN ini, sehingga nantinya bisa menghasilkan keputusan terbaik.

"Masyarakat Indonesia dan ASEAN perlu mendukung pelaksanaan acara ini, dan mendukung keputusan yang dihasilkan dari ALM 2021," ucapnya.

Seperti diketahui, KTT ASEAN atau ASEAN Leaders' Meeting (ALM) akan digelar di Jakarta siang ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir, namun ada tiga kepala negara yang absen.

Menlu Retno Marsudi mengatakan Presiden Jokowi telah menerima undangan dari Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah selaku Ketua ASEAN. KTT ASEAN dimulai siang ini.

"ALM ini merupakan inisiatif Indonesia dan merupakan tindak lanjut pembicaraan Presiden RI dengan Sultan Brunei Darussalam," kata Retno dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/4/2021).

"Per saat ini, tiga pemimpin menyatakan tidak dapat hadir, yaitu Thailand, Laos, dan Filipina," sambungnya.

Mengapa mereka tidak hadir? PM Thailand, Prayut Chan-o-cha sudah berbincang dengan Jokowi kemarin. Selain membahas persiapan KTT ASEAN, PM Thailand menjelaskan alasannya absen di KTT ASEAN.

"PM Thailand menyampaikan permintaan maaf tidak dapat hadir karena situasi COVID di dalam negeri Thailand," ungkap Retno.

Simak juga Video: Jelang KTT ASEAN, Jokowi-PM Vietnam Bertemu Bahas Myanmar

[Gambas:Video 20detik]



(maa/idh)