Prabowo Terima Kasih ke Australia-India Bantu Cari KRI Nanggala-402

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 02:39 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan Pesawat karya anak bangsa CN235-220 MPA ke Angkatan Udara Republik Senegal
Prabowo Subianto (Foto: Istimewa/Kementerian Pertahanan)
Jakarta -

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih ke pemerintah Australia dan India karena telah membantu mencari KRI Nanggala-402 yang hilang. Ucapan terima kasih itu disampaikan lewat Twitter.

Mulanya, Prabowo mengucapkan terima kasih ke otoritas Australia. Prabowo juga mention akun twitter Menhan Australia, Peter Dutton.

"Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Australia dalam tragedi hilangnya kontak KRI Nanggala 402 melalui Menteri Pertahanan Yang Mulia @PetterDutton_MP," tulis Prabowo melalui akun Twitternya, Sabtu (24/4/2021).

Kemudian, Prabowo mengucapkan rasa terima kasih ke India. Ia berharap bantuan yang diberikan membuahkan hasil sesuai harapan.

"Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Menteri Pertahanan India H. E @rhm_haryanto dalam proses pencarian KRI Nanggala 402. Semoga mendapatkan hasil yang kita harapkan," tulis Prabowo.

TNI hingga saat ini terus berupaya keras mencari KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali. TNI mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk segera menemukan KRI Nanggala-402.

Setidaknya 21 KRI dikerahkan untuk mencari kapal selam yang hilang kontak saat latihan menembak torpedo tersebut. KRI Rigel juga menjadi salah satu kapal yang dikerahkan.

Bantuan juga datang dari negara-negara sahabat. Saat ini kapal hingga pesawat dari negara lain yang akan ikut membantu TNI melakukan pencarian pun tengah merapat.

"Selanjutnya juga kapal-kapal yang dari negara sahabat MV Swift (Singapura) harapan kita mudah-mudahan sore atau malam tiba kemudian, kemudian Mega Bakti dalam perjalanan, kemudian ada dari Balarak dari Australia, kemudian HMS Sirius dari Australia, dan satu kapal dari India dan kita harapkan pesawat Poseidon bisa segera merapat," kata Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad.

(isa/isa)