DMI: Bangunkan Sahur Pakai Toa Masjid Harus Religius dan Elegan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 15:52 WIB
Pengeras suara azan
Pengeras suara di masjid (via Deutsche Welle)
Jakarta -

Artis Zaskia Adya Mecca mengkritik cara orang membangunkan sahur menggunakan toa masjid dengan berteriak. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni mengingatkan bahwa semestinya membangunkan sahur dilakukan dengan cara religius.

"Cara membangunkan sahur (pakai toa) itu harus religius cara membangunkannya, kan sahur ini ritual makan yang religius. Elegan juga," kata Imam Addaruquthni saat dihubungi detikcom, Jumat (23/4/2021).

Selain itu, Imam Addaruquthni menjelaskan soal tadarus pada malam hari. Dia mengingatkan bahwa kegiatan tadarus harus mempertimbangkan masa istirahat warga di sekitar masjid.

"Untuk tadarus malam dengan penggunaan speaker harus mempertimbangkan masa istirahat yang padat bagi penghuni sekitar masjid," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa DMI telah menerbitkan surat edaran terkait penggunaan toa masjid saat bulan Ramadhan. Salah satunya agar suara toa masjid menjadi berbenturan dan memicu kegaduhan.

"DMI dalam surat edarannya sebelum puasa itu para penyelenggara masjid dalam hal ini para takmir dan DKM ada baiknya bermusyawarah dengan takmir di masjid terdekat. Apalagi di Jakarta ini, masjid dekat-dekat. Jadi ada benturan suara. Ini untuk menciptakan keheningan, bukan kegaduhan. Bukan tanpa suara," tuturnya.

Berikut ini petikan aturan terkait tata kelola loudspeaker (toa) yang tertuang dalam Surat Edaran 041/SEM/PP-DMI/A/III/2021:

9. Tadarus/tilawatil Al-Quran lewat loudspeaker perlu mempertimbangkan waktu istirahat penghuni sekitar masjid
10. Tata kelola suara loudspeaker masjid yang baik: jelas, jernih, tidak bising dan berkoordinasi dengan Takmir/DKM masjid yang berdekatan untuk saling menjaga suara yang nyaman bagi para pendengar.

Simak juga video 'Gegara Toa Sahur, Zaskia Adya Mecca Trending di Twitter':

[Gambas:Video 20detik]