Warga Harus Serahkan Kasus Kematian di Aceh Timur pada Polisi

Warga Harus Serahkan Kasus Kematian di Aceh Timur pada Polisi

- detikNews
Rabu, 08 Mar 2006 01:07 WIB
Jakarta - Kapolda NAD Irjen Pol Bachrumsyah meminta masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan kasus tewasnya satu warga Aceh Timur akibat kesalahan petugas polisi dalam razia lalu lintas."Masyarakat harus yakin bahwa kami akan melakukan penindakan yang tegas terhadap petugas yang telah keliru," kata Bachrumsyah usai menghadiri rapat koordinasi dalam rangka percepatan kasus korupsi di Istana Merdeka Jl Veteran Jakarta Selasa (7/3/2006).Menurut Bacrumsyah guna mempertanggungjawabkan tindakannya petugas polisi tersebut sudah diperiksa dan ditahan di Mapolres Aceh Timur. "Tapi warga yang merusak polsek juga kan kami cari untuk dilakukan penindakan" tegasnya.Bachrumsyah mengungkapkan, di Aceh Timur kerap terjadi unjuk rasa pada polisi ketika melakukan upaya penegakan hukum."Kalau kami menangkap dan menahan pelaku illegal logging dan kriminal yang dilakukan warga pasti selalu ada kelompok yang unjuk rasa agar mereka dibebaskan," paparnya.Bachrumsyah menjelaskan, pada saat razia polda memang sedang menggelar operasi untuk menurunkan tingkat pencurian motor. Dan saat razia ada anggota polisi yang memukul dengan senjata seorang pengendara yang tidak mau dihentikan."Ini memang suatu kesalahan, apalagi kepalanya terjatuh dan kepalanya terbentur aspal," jelasnya.Sebenarnya kasus itu sudah selesai saat Kapolres bertemu pihak korban dan berjanji menindak. Bahkan keluarga bisa menerima. Namun sekitar pukul 21.00 WIB ratusan orang berkumpul di Mapolres Aceh timur dan berubah jadi anarkis dengan mencabut plang-plang polisi."Untuk membubarkan massa petugas menembak ke atas. Dan massa pun berhasil dibubarkan," urainya.Kapolda juga menilai kasus tersebut tidak ada terkaitan dengan adanya usaha menggagalkan kesepakatan damai antara Aceh dan GAM. "Ini tidak ada kaitannya dengan MoU," papar Kapolda. (ahm/)


Berita Terkait