Round-Up

Corona Menggila, Orang India Kabur ke Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 21:02 WIB
A COVID-19 victim is cremated in Vasai, outskirts of Mumbai, India, Thursday, April 15, 2021. India reported more than 200,000 new coronavirus cases Thursday, skyrocketing past 14 million overall as an intensifying outbreak puts a grim weight on its fragile health care system.
Kasus COVID-19 di India makin ganas (Foto: AP Photo)
Pekanbaru -

Virus Corona (COVID-19) di India makin ganas. Situasi ini perlu disikapi dengan cepat juga oleh pemerintah Indonesia.

Pasalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap ada WN India yang eksodus atau ramai-ramai masuk ke Indonesia. Mereka kabur ke Indonesia karena kasus Corona yang menggila di India.

"Pertama, terkait ada kedatangan WNI dan WNA, kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali," kata Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Bengat, di Pekanbaru, Rabu (22/4/2021).

"Kami hari ini telah lakukan pemantauan perketat, karena informasi ada eksodus," tambahnya.

Hal itu disampaikannya dalam rapat yang dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Riau Syamsuar di Balai Serindit.

WNA asal India datang ke Indonesia melalui jalur udara dengan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini mereka sedang dikarantina di satu hotel agar mudah diawasi.

Dia mengatakan WN India eksodus setelah negaranya dihantam pandemi COVID-19. Mereka kemudian ramai-ramai masuk ke Jakarta dan beberapa daerah lain.

"Sekarang India sedang tsunami COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru," katanya.

"Mereka banyak masuk mempunyai kitas (kartu izin tinggal terbatas) dan pakai visa. Ini mungkin yang menjadi tugas juga dari Imigrasi," kata Bengat.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo langsung merespons laporan tersebut. Ia meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bertindak cepat sebelum terjadi eksodus besar-besaran.

"Saya baru tahu nih ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting, tolong didalami, karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya kitas, di luar itu tidak boleh," tegas Doni.

"Dirjen Imigrasi dan Kemlu, tolong jangan sampai kita membiarkan kedatangan WNA. Satu sisi mudik tidak boleh, tapi ada WNA yang difasilitasi," kata Doni.

Simak video 'Petugas Kremasi di India Kewalahan Urus Jenazah Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Simak pemaparan soal kondisi pandemi COVID-19 di India pada halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2