Tempat Tinggal Digusur, Purnawirawan TNI AL Ngadu ke DPR
Selasa, 07 Mar 2006 16:09 WIB
Jakarta - Gara-gara rumah tempat tinggal terancam digusur, Badan Kontak Purnawirawan TNI AL wilayah Surabaya mendatangi Komisi I DPR RI. Mereka mengadukan adanya penggusuran tanah secara paksa di daerah Komplek Kali Banteng Semarang, Komplek Lanudal Juanda, mess Darmo Kali dan daerah basis TNI AL Ujung Surabaya.Delapan orang perwakilan dari Badan Kontak Purnawirawan TNI AL didampingi oleh Yudi Hari dari LBH Surabaya. Mereka ditemui oleh sejumlah anggota Komisi I DPR, antara lain Yusron Ihza, Djoko Susilo dan Yudi Christadie di ruang Komisi I DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/3/2006). Menurut Yudi Hari, penggusuran secara paksa terhadap kediaman para purnawirawan di basis TNI AL Ujung Surabaya dan Kali Banteng Semarang dengan dalih untuk mendirikan flat bagi armada. "Padahal TNI AL memiliki banyak tanah yang bisa dijadikan rumah siap huni. Kami meminta soal purnawirawan ini diperhatikan," kata Yudi. Penuturan Yudi, para purnawirawan ini sudah berkali-kali membuat surat untuk membahas soal perumahan bagi mereka, namun tidak pernah digubris. Namun, tiba-tiba muncul desakan jika sampai 10 Maret 2006 tidak ada pengosongan, KSAL akan memutuskan hubungan listrik dan PAM."Warga saat ini bingung mau pindah ke mana. Sedikitnya ada 1.260 KK yang terancam digusur. Sementara KSAL hanya menjanjikan ganti rugi Rp 10 juta," tandas Yudi.
(jon/)











































