Pemprov DKI Berlakukan Jam Malam di RT Zona Merah COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 12:11 WIB
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan jam malam di kawasan zona merah COVID-19. Warga yang tinggal di kawasan RT zona merah dilarang keluar-masuk di waktu tertentu.

Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) Tingkat Rukun Tetangga yang diteken pada 21 April 2021. Isi Ingub ini tak berbeda dengan Ingub perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya.

Dalam ingub tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuat kriteria zonasi Corona beserta aturan untuk tiap zonasi. Suatu RT ditetapkan menjadi zona merah Corona apabila terdapat lebih dari 5 rumah dengan konfirmasi kasus positif dalam 1 RT selama 7 hari terakhir.

Berikut ini skenario pengendalian Corona di RT zona merah, salah satunya terkait jam malam:

1. menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat
2. melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat
3. membatasi kegiatan di rumah ibadah dengan protokol kesehatan ketat
4. menutup tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial
5. melarang kerumunan lebih dari 3 orang
6. membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 WIB
7. meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan

Saat diwawancara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pemberlakuan jam malam diterapkan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Iya maksudnya diberlakukan jam malam itu artinya agar di RT-RT yang masuk di kategori zona merah tidak diperkenankan untuk berkeliaran kerumunan keluar ke rumah mohon diperhatikan karena kita sedang menekan semaksimal mungkin agar penyebaran COVID bisa terus diturunkan bahkan dihentikan," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (21/4/2021).

Lebih lanjut Riza menerangkan, nantinya akan ada penutupan di akses pintu masuk lingkungan RT maksimal pukul 20.00 WIB.

"Nanti kan setiap jalan kan ada portal-portal nanti ditutup dengan RT setempat keamanan setempat masyarakat setempat jadi komunikasinya sudah ada di situ Satgas COVID kan ada di tingkat RT nanti yang mengatur Satgas COVID di tingkat RT pengaturannya lebih lanjut detailnya, rinciannya supaya kita bisa memastikan sesuai dengan arahan presiden PPKM Mikro itu sampai ke tingkat komunitas terkecil yaitu di tingkat RT," jelasnya.

Dilihat dari situs corona.jakarta.go.id, peta sebaran zona rawan COVID-19 terakhir diperbarui pada 8 April 2021. Berikut ini data zona rawan Corona per 8 April:

Jakarta Barat: 755 RT
Jakarta Timur: 634 RT
Jakarta Selatan: 571 RT
Jakarta Pusat: 210 RT
Jakarta Utara: 488 RT
Kepulauan Seribu: 1 RT

"Di Jakarta ini kan kita punya 30.407 RT seluruhnya. Yang zona merah ada (Jakpus) 210, Jaktim 634, Jakbar 755, Jakut 488, Jaksel 571," kata Riza.

Simak juga 'Menag: Zona Merah-Oranye Silakan Tarawih di Rumah':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)