Round-Up

Santuynya Emak-emak Pemotor Ngetap Masuk Tol Bagai Tanpa Dosa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 06:04 WIB
Tangkapan layar video viral motor masuk Tol Angke
Foto: Tangkapan layar video viral motor masuk Tol Angke


Jasa Marga Siaga 24 Jam


Pascakejadian motor masuk tol ini, Jasa Marga menyiapkan petugas selama 24 jam di gerbang tol. Jasa Marga juga melakukan pembinaan di internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Upaya pencegahan terhadap kejadian serupa, Jasa Marga menempatkan petugas keamanan 24 jam di semua gerbang tol (GT) dan bersiaga untuk memantau situasi dan kondisi GT agar tetap aman dan kondusif," kata General Manager Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Nasrullah, dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Nasrullah mengatakan pihaknya sebelumnya telah memasang sejumlah rambu informasi larangan motor masuk tol. Namun, atas kejadian viral tersebut, dia mengaku sistem pengawasan akan diperketat.

Pembinaan Internal

Sementara itu, Jasa Marga berkoordinasi dengan polisi untuk memberi sanksi ke pemotor tersebut. Jasa Marga menyerahkan sepenuhnya wewenang penindakan kepada pihak PJR Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Kami mohon maaf atas kejadian ini, dengan adanya laporan ini kami langsung koordinasikan dengan petugas operasional dan PJR untuk melakukan pengecekan dan penindakan jika terbukti ditemukan pelanggaran oleh pengendara motor tersebut. Sebagai langkah evaluasi, kami juga melakukan pembinaan di internal Jasa Marga," ungkap Nasrullah.

Untuk diketahui, ketentuan sanksi bagi pemotor masuk tol diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1.

"Jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih". Dan atas pelanggaran tersebut, berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, pasal 63 ayat 6 dijelaskan bahwa "Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang dengan sengaja memasuki jalan tol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 14 (empat belas) hari atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah)".

Selain itu, berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 ayat 1 menjelaskan bahwa Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Halaman

(mea/mea)