Kontroversi yang Dilakukan Nabi dan Sahabat (3)

Perintah Pembakaran Mushaf Al-Qur'an

Prof. Nasaruddin Umar - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 05:18 WIB
Nasaruddin Umar
Foto: Ilustrasi Mindra Purnomo
Jakarta -

Salah satu peristiwa yang paling kontroversi jika diukur dalam ukuran umat Islam sekarang ialah pembakaran secara legal sejumlah mushaf di zaman pemerintah khalifah Utsman ibn 'Affan. Seperti diketahui bahwa banyak sekali sahabat ikut mencatat ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan oleh Nabi namun itu hanya sebagai koleksi pribadi. Antara satu mushaf dengan mushaf lain tidak sama. Ada yang mencampur baurkan antara ayat dan penjelasan Nabi tentang ayat itu tetapi penulisnya memiliki kode tersendiri untuk membendakan antara ayat dan penjelasan nabi. Ada juga yang tetap mencantumkan ayat-ayat yang sudah dihapus (mansukh) tanpa kode tertentu. Belum lagi dengan semakin maraknya jenis-jenis bacaan (qiraah) seiring dengan semakin berkembangnya umat Islam sampai ke luar jazira Arab saat itu. Atas dasar perkembangan itu maka Khalifah Utsman ibn 'Affan membentuk tim unifikasi dan kodifikasi Al-Qur'an yang anggota-anggotanya para sahabat senior dan sahabat yunior, tentu saja yang memiliki hafalan yang bagus.

Di antara tokoh-tokoh terkenal yang bertugas dalam tim tersebut ialah Zaid bin Tsabit, yang memang lebih dikenal sebagai sekretaris pribadi nabi, ditambah dengan sahabat lain seperti Abdullah bin Zubair, Sa'ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Harist bin Hisyam. Selain mereka dikenal sebagai orang yang aktif menulis wahyu juga dikenal penghafal Al-Qur'an (al-hafidh) yang handal dan sudah pernah terlibat dalam kodifikasi dan unifikasi terbatas Al-Qur'an di zaman Abu Bakar yang menghasilkan Mushaf Al-Bakariyah (nisbat kepada Abu Bakar). Mushaf ini disimpan di rumah Hafsah, salahseorang isteri Nabi.

Mushaf Al-Baqariyah yang selesaai disusun dalam tahun ke-12 H tersebut dipinjam oleh tim untuk dijadikan salah satu rujukan penting di samping menghadirkan saksi dan membandingkan sejumlah mushaf koleksi pribadi para sahabat. Setelah pekerjaan anggota tim sudah merampungkan tugasnya pada tahun ke-25 H maka terwujudlah sebuah mushaf yang disepakati para sahabat. Mushaf inilah kemudian disebut Mushaf Utsmani. Zaid bin Tsabit diminta untuk menulis ulang atau menggandakan mushaf final ini dan mushaf asli dari Hafsah dikembalikan dan yang baru diselesaikan digandakan sebanyak tujuh eksemplar lalu dikirim ke sejumlah wilayah sebagai mushaf standar.

Setelah segalanya selesai, timbul masalah baru. Diapakan mushaf-mushaf pribadi yang dikumpulkan oleh tim? Jika dibuang ditempat sampah tentu bermasalah karena manuskrip suci itu bukan sampah. Jika dikembalikan kepada pemiliknya dikhawatirkan akan menimbulkan kontroversi dikemudian hari karena antara satu mushaf dengan mushaf lain berbeda. Akhirnya diputuskan oleh tim atas persetujuan Khalifah Utsman selain mushaf Al-Baqariyah dan mushaf Utsmani dibakar. Sumber pembakaran sejumlah mushaf Al-Qur'an dapat dilihat di dalam kitab Mabahits Fi 'Ulum al-Qur'an, karya Manna' al-Qaththan, h. 139, dan kitab-kitab 'Ulum Al-Qur'an lainnya.

Pembakaran mushaf Al-Qur'an saat itu disaksikan oleh banyak orang dan tak seorang pun yang keberatan atas pembakaran itu. Bahkan dikutip dalam kitab Al-Mashahif, khususnya dalam bab Ittifaaq al-Nas Ma'a Utsman 'ala Jam' al-Mushaf, hal. 177, Sayyidina Ali mengatakan: "Sekiranya Utsman tidak melakukan yang demikian itu maka akulah yang akan melakukannya". Kebijakan pembakaran sejumlah mushaf Al-Qur'an pada masa Utsman dianggap ide cerdas oleh sejumlah ulama belakangan' Jika tidak ditempuh cara itu maka bisa dibayangkan tentu akan menimbulkan konroversi bahkan mungkin muncul fitnah besar di dalam perkembangan umat Islam. Mushaf Al-Qur'an yang sudah usang dan kusut hingga sulit dibaca difatwakan banyak ulama untuk dibakar, jangan dibuang di tempat sampah bersama dengan sampah kotor lainnya.

Prof. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis.

Lihat juga Video: Pentingnya Mengikuti Aturan Waqaf Saat Membaca Al-Qur'an

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)