Pimpinan DPR & Pemerintah Diduga Jalin Konspirasi Interpelasi
Selasa, 07 Mar 2006 16:03 WIB
Jakarta - Pemerintah dan pimpinan DPR dianggap sengaja berkonspirasi dalam sidang paripurna interpelasi busung lapar dan polio. Drama sidang yang tidak menjelaskan jawaban pemerintah atas pertanyaan DPR membuktikan hal itu.Konspirasi tersebut, kata anggota FPDIP Aria Bima, sangat kentara terlihat dengan adanya pertemuan-pertemuan lobi yang dilakukan pemerintah dengan pimpinan DPR.Hal itu diperkuat lagi dengan surat pimpinan dewan kepada Presiden SBY mengenai jawaban pemerintah yang bisa diwakili menterinya."Konspirasi juga dilakukan melalui cara-cara teknis, seperti kejadian adanya mikrofon-mikrofon yang mati. Ini jelas-jelas disengaja," ujar Aria dalam jumpa pers usai sidang paripurna di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Aria mengaku kecewa karena hak-hak anggota dewan untuk meminta penjelasan pemerintah soal busung lapar diabaikan oleh pimpinan dewan."Saya merasa hak-hak saya diredusir. Padahal banyak pertanyaan yang sudah saya tulis yang akan saya tanyakan kepada SBY," katanya.Karena itu, kata anggota FPDIP lainnya, Asto Kristianto, pihaknya juga akan mempersoalkan ketidakberesan Sekretariat Jenderal DPR dalam menangani urusan rumah tangga DPR, sehingga dalam sidang banyak pengeras suara yang dimatikan, selain mengajukan mosi tidak percaya."Ini juga masalah, Sekjen DPR posisinya sekarang masih berada di bawah pemerintah, bukan di DPR. Dan cara-cara seperti ini (mematikan mikrofon) sangat tendensius," cetusnya.
(umi/)











































