Tak Habis-habis Harta Benny Tjokro Disita Jaksa, Terbaru Lahan di Batam

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:45 WIB
Tersangka kasus korupsi, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro keluar gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020) usai menjalani pemeriksaan tim Kejaksaan Agung. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung menjalani pemeriksaan di KPK untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.
Benny Tjokro (rompi tahanan merah muda) (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menelusuri aset milik tersangka kasus dugaan korupsi ASABRI, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro. Terbaru, Kejagung menyita tanah seluas 7.360 meter persegi atau 0,736 hektare lahan diduga milik Benny Tjokro di Batam.

"Aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait tersangka BTS berupa 6 bidang tanah dan/atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (21/4/2021).

Adapun enam bidang tanah dan bangunan yang disita itu telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam. Berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam Nomor: 320/Pen.Pid/2021 /PN.Btm tanggal 15 April 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka Benny Tjokro yaitu:

1. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 1640 yang terletak di Kota Batam dengan luas 6.184 M2;

2. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 1618 yang terletak di Kota Batam dengan luas 104 M2;

3. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 1516 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;

4. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 1514 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;

5. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 1641 yang terletak di Kota Batam dengan luas 826 M2;

6. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 1483 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;

Di atas enam bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Mandarine Regency.

"Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," ujarnya.

Ini bukan satu-satunya aset Benny Tjokro yang telah disita jaksa. Jaksa sebelumnya telah menyita berbagai aset diduga milik Benny Tjokro mulai dari lahan hingga mal. Kejagung juga menyita ratusan aset lain dari tersangka lainnya.

Simak video '309 Hektare Tanah Benny Tjokro Disita Kejagung!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2