Bamsoet: Larangan Mudik Harus Diterjemahkan Jadi Esensi Beribadah

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 14:50 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom
Jakarta -

Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap larangan mudik ini bisa dimaknai sebagai momen untuk membangun pengendalian diri sebagai esensi dari ibadah puasa.

"Sejalan dengan larangan mudik, saya mengajak kita semua menerjemahkan larangan tersebut sebagai ajakan kepada semua orang untuk mampu mengendalikan diri sebagai esensi dari ibadah puasa," ujar Bamsoet, Rabu (21/4/2021).

Hal tersebut dia sampaikan saat memimpin upacara pelantikan Muhammad Rizal sebagai anggota PAW MPR RI di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta.

Bamsoet mengingatkan agar masyarakat memperhatikan imbauan dari WHO yang menyebut bahwa pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai. Sebab menurutnya, vaksinasi yang telah dijalankan tidak lantas menghentikan pandemi Corona.

"Mari kita garis bawahi imbauan WHO bahwa pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai," terangnya.

Bamsoet menilai saat ini jumlah orang yang telah disuntik vaksin masih jauh dari target. Berdasarkan data yang ada tercatat hanya 11 juta masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi tahap I. Atau sekitar 27,2 persen dari keseluruhan target, yaitu 40,3 juta orang.

"Dari angka tersebut baru 4,1 juta orang yang telah menjalani vaksinasi tahap ke 2, atau baru 15 persen dari target yang ditetapkan. Jadi masih jauh," paparnya.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk mentaati larangan pemerintah untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini. Hal ini sebagai bentuk kepedulian untuk melindungi keluarga agar terjaga dari virus Corona serta menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia.

"Oleh karena itu, ketaatan kita untuk tidak mudik pada lebaran ini adalah bagian dari implementasi peningkatan kesalehan sosial dalam rangka melindungi saudara kita dari potensi penularan COVID-19," pungkasnya.

(ega/ega)