Sidang Dakwaan Juliari Batubara

Jaksa: Juliari Sewa Pesawat-Bayar Honor Cita Citata Pakai Duit Bansos Corona

zap - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 11:45 WIB
Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan.  Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu.
Juliari P Batubara (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Satu persatu aliran uang suap yang diterima mantan Mensos Juliari Peter Batubara terungkap dalam surat dakwaan. Jaksa mengatakan uang yang diterima Juliari mengalir ke beberapa pejabat Kemensos hingga honor Cita Citata di acara Kemensos.

"Terdakwa melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke dan uang sebesar Rp 1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja, serta uang sebesar Rp 29.252.000.000 atau setidak-tidaknya sekira jumlah tersebut dari beberapa penyedia barang lainnya dalam pengadaan bansos sembako dalam rangka penanganan COVID-19 pada Direktorat PSKBS Kemensos Tahun 2020," ujar jaksa M Nur Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2021).

Jaksa mengatakan uang suap itu diterima Juliari melalui fee bansos yang dikumpulkan KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso. Juliari memerintahkan Adi dan Joko memungut fee ke penyedia bansos Rp 10 ribu per paket.

"Setelah uang fee dikumpulkan Adi dan Matheus Joko, selanjutnya terdakwa menerima uang fee secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp 14,7 miliar," kata jaksa.

Uang itu, kata jaksa, diserahkan ke Juliari melalui tim teknis mensos Kukuh Ary Wibowo, sekretaris pribadi Juliari, Selvy Nurbaity, serta ajudan pribadi Juliari Eko Budi Santoso. Selain diserahkan ke Kukuh, uang itu juga digunakan untuk keperluan lain atas perintah Juliari.

Salah satunya uang Rp 2 miliar ke Kabupaten Kendal dan Kabupaten/Kota Semarang. Uang itu ditujukan untuk daerah pemilihan (Dapil) Juliari saat menjadi caleg anggota DPR RI 2019-2024.

"Pada sekira November 2020 di Halim Perdana Kusumah Jakarta, Matheus Joko Santoso menyerahkan uang fee Rp 2 miliar dalam mata uang dolar Singapura kepada Adi Wahyono, selanjutnya Adi menyerahkan uang itu sebagaimana perintah Juliari untuk menyiapkan uang guna kepentingan Dapil terdakwa di Kabupaten Kendal dan Kabupaten/kota Semarang," tutur jaksa.

Selain itu, jaksa juga mengungkapkan sebagian uang fee yang dikumpulkan juga digunakan untuk operasional Juliari dan kegiatan Kemensos. Salah satunya operasional menyewa pesawat charter dan membayar artis Cita Citata sebesar Rp 150 juta.

Berikut rincian fee yang digunakan untuk operasional Juliari dan kegiatan Kemensos:

- Pembelian handphone untuk pejabat Kementerian Sosial senilai Rp 140 juta
- Pembayaran biaya swab test di Kementerian Sosial sebesar Rp 30 juta
- Pembayaran sapi qurban sebesar Rp 100 juta
- Pembayaran makan minum dan akomodasi tim bansos, tim relawan
dan tim pantau sebesar Rp 200 juta
- Pembayaran makan dan minum pimpinan sebesar Rp 130 juta
- Pembelian 2 unit sepeda merek Brompton seharga Rp 120 juta masing-masing untuk Sekjen Kemensos Hartono dan Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin;

- Pembayaran kepada EO untuk honor artis Cita Citata dalam acara Makan Malam dan Silaturahmi Kementerian Sosial RI di Ayana
Komodo Resort Labuan Bajo tanggal 27 November 2020 sebesar Rp 150 juta
- Kegiatan operasional direktorat PSKBS sebesar Rp 100 juta
- Pembayaran sewa pesawat (private jet) untuk kegiatan kunjungan kerja Terdakwa selaku Menteri Sosial dan rombongan Kementerian Sosial ke Lampung sebesar Rp 270 juta
- Pembayaran pesawat (private jet) Terdakwa dan rombongan Kementerian Sosial dalam kunjungan kerja ke Denpasar Bali sebesar Rp 270 juta
- Pembayaran sewa pesawat (private jet) Terdakwa dan rombongan Kementerian Sosial dalam kunjungan kerja ke Semarang sebesar USD 18.000 dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang digunakan
untuk kegiatan operasional di Kementerian Sosial.

Atas dasar itu, Juliari didakwa jaksa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan Atas
UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Simak Video: Juliari Batubara Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Bansos

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)