Boyolali Buka Posko Nonstop Untuk Pengaduan Flu Burung

Boyolali Buka Posko Nonstop Untuk Pengaduan Flu Burung

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 14:49 WIB
Solo - Setelah kematian tiga warganya dengan dugaan terserang flu burung, Pemkab Boyolali mendirikan posko kesehatan untuk pengaduan warga yang mengkhawatirkan kesehatan dirinya. Posko di tiga lokasi tempat ditemukan penularan kepada manusia, dibuka 24 jam nonstop."Seluruh kecamatan di Boyolali yang berjumlah 19 kecamatan diwajibkan membuka posko pelayanan kesahatan masyarakat sejak 2 Maret lalu. Siapa pun warga yang mengeluhkan kesehatannya seperti indikasi awal penderita flu burung harus dilayani secara gratis," ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Pemkab Boyolali, dr Syamsuddin, Selasa (7/3/2006).Posko induk di masing-masing kecamatan ditempatkan di Puskesmas. Sedangkan di tiga lokasi khusus ditempatkan sebuah posko lapangan. Yang dikategorikan sebagai lokasi khusus adalah daerah yang telah dicurigai ada penularan virus H5N1 kepada manusia.Ketiga lokasi khusus yang dibuka posko itu adalah di Desa Jurug (Kecamatan Mojosongo), Desa Senggrong (Kecamatan Andong) dan desa Jemowo (Kecamatan Musuk). Di Jurug flu burung dicurigai merenggut dua nyawa kakak beradik Hanif (12 tahun) dan Nandya (10 tahun) dan di Senggrong virus serupa curigai menewaskan Cahyono (10 tahun).Sedangkan di Jemowo, hari ini seorang perempuan 30 tahun dirujuk ke RS dr Moewardi sebagai pasien suspect flu burung. "Posko-posko lapangan ini diwajibkan buka selama 24 jam setiap harinya dan mengirim laporan tiap delapan jam sekali. Dengan demikian kami dapat memantau sedini mungkin perkembangan lokasi-lokasi paling rawan," papar Syamsuddin.Di Desa Jurug, misalnya, posko didirikan di kampung Karangkidul, kampung tempat tinggal Hanif dan Nandya.Posko menempati sebuah bangunan bekas gudang tembakau milik salah seorang warga setempat. Pelaksanaan posko dipimpin oleh Kepala Puskesmas Mojosongo, dr Endang Kartini.Posko tersebut dibuka sejak 2 Maret lalu. Setiap harinya dijaga secara bergiliran oleh tim dari Puskesmas dan perangkat desa dalam tiga shift yaitu pukul 06.00 - 14.00, 14.00 - 20.00 dan 20.00 - 06.00 WIB. Setiap shift terdiri lima petugas, tiga dari Puskemas dan dua dari perangkat desa."Posko lapangan ini akan dibuka selama dua pekan. Setelah itu akan dievaluasi keberadaannya. Jika masih dirasa dibutuhkan maka akan diperpanjang lagi," ujar Endang Kartini ketika ditemui di lokasi posko, Selasa (7/3/2006).Pegal LinuHingga Selasa siang telah terdapat 536 warga yang memeriksakan diri. "Dua warga yang telah kami kirim ke rumah sakit yaitu MB, teman sekelas Nandya, dan AP, tetangga dekat Hanif dan Nandya. 50 persen warga yang datang terkena ISPA biasa, selebihnya mengeluhkan sakit yang tidak berkaitan dengan penyakit pernapasan," lanjutnya.Namun demikian semua warga yang datang tetap diperiksa dan diberi obat gratis yang telah disediakan. "Ada yang sakit pegal linu atau keluhan lainnya juga datang. Tapi tetap dilayani, sebab bagi kami yang jauh lebih penting dan patut dihargai adalah kesadaran pribadi para warga untuk berpartisipasi dalam pemberantasan wabah ini," kata Endang. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads