Seorang Lagi Warga Boyolali Dicurigai Terserang Flu Burung
Selasa, 07 Mar 2006 14:41 WIB
Solo - Seorang perempuan berusia 30 tahun warga Boyolali, Jawa Tengah, dirawat di ruang isolasi RS dr Moewardi Solo karena dicurigai terinfeksi flu burung. Hingga saat ini rumah sakit tersebut masih menangani empat pasien berstatus susupect flu burung.Y, inisial perempuan tersebut, adalah warga Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, Boyolali. Dia dikirim ke RS dr Moewardi Solo, Selasa (7/3/2006) pukul 03.40 WIB. Melihat kondisinya, pihak rumah sakit segera menempatkannya di ruang isolasi di Bangsal Anggrek yang diperuntukkan bagi pasien pernapasan.Ketua Tim Penanganan Kasus Flu Burung RS dr Moewardi Solo, dr Revionio SpP, kepada detikcom mengatakan Y dinyatakan sebagai pasien suspect flu burung dengan gejala demam tinggi selama tiga hari terakhir dan diikuti sesak napas. Hingga Selasa siang ini, Y masih mengalami sesak napas cukup serius.Selain itu pasien juga mempunyai riwayat kontak dengan unggas bermasalah. Menurut Reviono, dari keterangan keluarga diketahui bahwa sepakan lalu Y membantu mertuanya menyembelih seekor ayam yang sedang sakit.Empat Dirawat, Dua PulangHingga saat ini di rumah sakit tersebut masih terdapat empat pasien yang dirawat khusus karena dugaan terinfeksi flu burung. Sedangkan dua lainnya sudah diperkenankan pulang.Pasien yang diperkenankan pulang pada Senin pagi adalah Darwanto/inisial D (31 tahun) asal Glagahwangi, Polanharjo, Klaten. Dari tes serologi (hasil pemeriksaan sampel darah) dari Litbangkes Jakarta pasien tersebut dinyatakan negatif dari flu burung. Dia dirawat sejak 27 Februari.Satu pasien lain yang juga diperkenankan pulang adalah Muhammad Buchori/MB (10 tahun), teman sekelas Nandya Kurniawan yang meninggal 28 Februari lalu. Buchori diperkenankan pulang Senin Sore karena dari hasil observasi hanya menderita ISPA. Dia dirawat sejak 1Maret 2005.Dua pasien saat ini dirawat intensif di ruang isolasi yakni Y asal Musuk, Boyolali dan JS asal Bulu, Sukoharjo. JS adalah pasien rujukan dari RS dr Oen Solo Baru dan telah dirawat di RS dr Moewardi Solo sejak 3 Maret 2005.Dua pasien dinyatakan membaik kondisinya dirawat di ruang observasi yaitu pasien B (22 tahun) asal Sapen, Manisrenggo, Klaten, yang dirawat sejak 5 Maret dan AP Mojosongo, Boyolali, dirawat sejak 2 Maret. AP adalah tetangga kakak beradik Hanif dan Nandya yang meninggal sebagai suspect flu burung.
(nrl/)











































