Jika Paspor Dicabut, Apa Dampak Bagi Jozeph Paul Zhang?

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 07:47 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)
Hikmahanto (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Polri tengah berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencabut paspor tersangka penodaan agama dan ujaran kebencian Jozeph Paul Zhang. Guru besar hukum internasional UI Hikmahanto Juwana menilai pencabutan atau penarikan paspor akan memudahkan aparat untuk menangkap Jozeph.

Hikmahanto awalnya mengomentari penyataan Jozeph mengenai status kewarganegaraannya. Hikmahanto menilai tidak segampang itu Jozeph untuk mengganti kewarganegaraan.

"Pertama namanya Jozeph itu mungkin dia gertak aja kalau dia itu sebenarnya bukan lagi warga negara Indonesia, padahal dia mungkin masih WNI. Kenapa? Karena kalau dia masuk 2018, dia itu naturalisasi itu butuh waktu lama. Kedua, dia bawa modal nggak dari Indonesia untuk jadi permanen residen. Jadi permanen residen saja butuh waktu lama," kata Hikmahanto kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

"Yang kedua pertanyaan lagi nih kalau misalnya dia warga negara atas dasar suaka politik, suaka politik itu kalau dikejar-kejar oleh pemerintah kita secara politik. Pertanyaan kita apakah dia dikejar-kejar, kan enggak," sambungnya.

Hikmahanto meyakini bahwa Jozeph yang diduga berada di Jerman itu masih menyandang status WNI. Hal itu juga dikuatkan dengan pernyataan dari KBRI Berlin.

"Jadi kalau menurut saya itu mungkin bahwa dia sebetulnya masih warga negara Indonesia. Apalagi yang saya dengar, katanya di Jerman itu menurut Pak Dubes di sana, kalau misalnya ada orang yang ganti kewarganegaraan dari otoritas setempat akan melaporkan ke Kedutaan Besar dari orang itu, artinya orang Indonesia dia dilaporkan, selama ini Pak Dubes tidak dapat laporan itu," kata dia.

Hikmahanto kemudian berbicara mengenai penarikan paspor Jozeph oleh Imigrasi. Dia menyebut hal itu mungkin saja dilakukan.

"Kalau misalnya ditarik paspornya, bukan dicabut, ditarik paspor itu tidak ada kaitannya dengan kewarganegaraan. Jadi kalau ditarik itu kalau kita lihat di UU keimigrasian itu dilakukan karena yang bersangkutan melakukan tindak pidana di Indonesia yang diancam dengan hukuman paling sedikit 5 tahun. Jadi kalau misalnya ancaman hukumannya 5 tahun itu bisa dicabut paspornya, kalau ditarik paspornya itu tidak berarti kehilangan kewarganegaraan. Tetap WNI," kata dia.

Lalu apa dampak jika paspor Jozeph ditarik? Hikmahanto menyebut hal itu akan mempersulit Jozeph untuk melakukan pergerakan di luar negeri.

"Paspor yang dia pegang, sama dia itu tidak lagi paspor yang sah dan itu akan disebarkan ke seluruh dunia ke pintu-pintu imigrasi. Sehingga kalau misalnya dia mencoba untuk lari dari Jerman maka dia akan ketahuan imigrasi di mana dia mau keluar. Nah konsekuensinya yang bersangkutan melanggar UU keimigrasian negara Jerman. Artinya negara Jerman bisa mendeportasi yang bersangkutan kembali ke Indonesia karena dia WNI," jelas dia.

"Itu satu cara, maka strategi ini mungkin ditempuh oleh pemerintah Indonesia sehingga yang bersangkutan itu bisa dideportasi ke Indonesia," kata dia.

Lihat Video: Jozeph Paul Zhang Bantah Polri soal Status WNI

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2