Interupsi Warnai Paripurna Interpelasi Busung Lapar & Polio

Interupsi Warnai Paripurna Interpelasi Busung Lapar & Polio

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 14:15 WIB
Jakarta - Ketidakhadiran Presiden SBY dalam sidang paripurna yang membahas masalah interpelasi busung lapar dan polio dipersoalkan. Hujan interupsi pun mewarnai sidang tersebut.Sidang paripurna yang digelar di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/3/2006) dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif.Interupsi muncul tatkala Zaenal Ma'arif mempersilakan Menko Kesra Aburizal Bakrie memberikan penjelasan. Anggota DPR yang langsung menginterupsi, antara lain Ramson Siagian, Panda Nababan, Ali Muchtar Ngabalin dan Nursyahbani Katjasungkana."Interupsi pimpinan. Surat (pimpinan DPR-red) belum disepakati di tingkat paripurna. Surat ini konyol. Mohon diklarifikasi," ujar Panda yang mengenakan kemeja Jeans lengan pendek dengan nada tinggi.Senada dengan Panda, Ramson Siagian juga mendesak pimpinan mengklarifikasi ketidakhadiran SBY dan alasan dimasukkannya klausul bahwa SBY boleh diwakilkan oleh Menko Kesra. "Intinya pimpinan harus menjelaskan dan mengklarifikasi," tegas Ramson.Selanjutnya Aburizal yang dipersilakan maju oleh Zaenal Ma'arif tetap saja membacakan laporannya. Zaenal pun mencoba menenangkan para anggota yang melakukan interupsi. Zaenal bersikukuh tidak ada persoalan dengan surat pimpinan DPR kepada presiden."Harap dilanjutkan saja. Semuanya sudah sesuai tata tertib dan ini sah-sah saja," ujarnya.Tidak terima dengan lontaran Zaenal tersebut, beberapa anggota DPR dari Fraksi PDIP menggebrak meja dan mereka berteriak, "Interupsi mik (mikrofon) mati". Tapi Ical tetap melanjutkan laporannya. Karena tetap tak diperhatikan oleh pimpinan sidang, anggota DPR pun akhirnya tenang. (san/)


Berita Terkait