Ungkap Capaian 2 Tahun Pimpin Bogor, Bima Arya: Penghargaan Kita Panjang

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 19:58 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim telah menjadi kepala daerah selama dua tahun ini. Bima mengatakan Kota Bogor ingin mempertahankan pelbagai prestasi yang sudah diraih hingga saat ini.

Hal itu diungkapkannya saat briefing staf di halaman SMK Negeri 2, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Bima mengatakan meskipun masih dirundung COVID-19, ia merasa bangga dengan kinerja kabinetnya sejauh dua tahun ini.

"Banyak capaiannya, mengukurnya juga banyak. Baik yang berdasarkan dengan janji kampanye, maupun inovasi-inovasi. Jadi, sangat bisa kita berbangga hati memiliki alasan atas semua capaian yang kita sama-sama sudah lakukan," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Tak hanya pekerjaan baru, ia juga mengungkapkan ada rintisan pekerjaan dari tahun-tahun sebelumnya. Sebut saja pembangunan flyover, akses Parung Banteng, Kampung Tematik Mulyaharja, proses konversi angkutan kota, hingga revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang.

Tak hanya itu, imbuhnya, ada inovasi dan pengembangan urban farming, benah kampung di Cikeas, Katulampa dan enam titik lainnya yang berjalan baik. Kemudian bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan untuk siswa miskin, beasiswa, hingga insentif guru ngaji.

"Kemudian dimodifikasi lagi ada program Bogor Mengaji untuk memberantas buta huruf Al Quran. Penghargaan kita panjang, daftarnya 83 penghargaan nasional inovasi government. Kota Bogor kota paling inovatif di Indonesia. Juga dengan WTP," ungkapnya.

Bahkan, kata Bima, Kota Bogor menjadi kota yang ditangani oleh konsultan publik perihal laporan keuangan daerahnya. Alasannya, karena Kota Bogor dianggap sudah cukup baik. Sehingga semua raihan itu harus dipertahankan.

Bima Arya juga mengingatkan target yang belum tercapai harus terus dikejar dan diselesaikan. Dengan sisa masa jabatan tiga tahun ke depan, ia ingin fokus pada janji-janji kampanye yang belum selesai.

"Ada trem, urusan sampah, Suryakencana (Surken) berjalan tahun ini. Penataan kawasan stasiun juga berjalan, dimulai dengan alun-alun dan masjid agung yang mendapat atensi khusus. Untuk sarana olahraga, GOR Pajajaran banyak peluang dana dari pemerintah pusat dan investasi lainnya. Mudah-mudahan semua ada hasilnya," jelasnya.

Sementara itu, Dedie A Rachim menambahkan menjadi orang nomor dua di Kota Bogor juga bukan perkara mudah. Sesuai tugasnya yang diamanatkan dalam undang-undang, Dedie mengatakan apa pun program dan kegiatannya ia juga ikut turut serta mengambil peran.

"Bahkan saya berusaha untuk menghasilkan sesuatu apa yang menjadi tujuan-tujuan keberhasilan dari Wali Kota Bogor. Kita memang butuh kesabaran revolusioner, bukan hanya kesabaran biasa," ungkapnya.

Beberapa pekerjaan yang sudah dilakukan, kata Dedie, seperti penataan ratusan lebih titik pedagang kaki lima (PKL) yang dibantu oleh tenaga dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), camat dan lurah. Dedie mengaku banyak pekerjaan yang dilakukan secara silent operation.

"Saya ingin berakhirnya masa jabatan di pemerintahan Pak Bima dengan saya itu juga masyarakat paling tidak ada progres dan merasakannya," katanya.

(akn/ega)