Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut!

Idham Khalid - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 16:28 WIB
Jakarta -

Polri berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Kemenkum HAM untuk mencabut paspor tersangka kasus dugaan penodaan agama, Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono. Jika paspornya sudah dicabut, Jozeph Paul Zhang bakal dideportasi.

"Untuk JPZ aliass SPS sementara ini kan masih pemegang Paspor Indonesia, nanti akan dideportasi juga kalau paspornya dicabut. Kita sedang upayakan koordinasikan dengan Imigrasi untuk cabut paspor yang bersangkutan," kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto kepada detikcom, Selasa (20/4/2021).

Penjelasan mengenai status kewarganegaraan Jozeph Paul Zhang juga disampaikan Kementerian Hukum dan HAM. Kemenkum menyatakan, tidak ada data permohonan kehilangan kewarganegaraan atas nama tersebut.

"Tidak ada data permohonan kehilangan kewarganegaraan atas nama yang bersangkutan (Jozeph Paul Zhang atau Shindy Paul Soerjomoelyono-red)," kata Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkum HAM, Baroto, saat dikonfirmasi detikcom secara terpisah.

"Yang bersangkutan tidak terdata sebagai orang yang dinyatakan kehilangan WNI," sambungnya menegaskan.

Jozeph Paul Zhang sendiri mengaku sudah melepas kewarganegaraan Indonesia. Dia kembali tampil usai pernyataannya yang diduga menista agama dikecam banyak pihak.

Pernyataan Jozeph Paul Zhang itu disampaikan dalam video terbarunya di akun YouTube. Dalam video itu, Jozeph Paul Zhang tampak menjawab sejumlah pertanyaan dari para peserta.

Salah seorang peserta di video terbarunya di YouTube menyemangati Jozeph Paul Zhang yang kini tengah diburu Bareskrim. Peserta itu meminta Jozeph Paul Zhang tidak takut.

"Jangan gentar ya Pak Paul ya, jangan gentar," kata seseorang dalam pertemuan virtual tersebut.

Jozeph Paul Zhang pun merespons dukungan itu dengan tertawa. Dia lantas meminta agar kasus yang menjeratnya tidak dibahas-bahas. Dia lantas menjelaskan bahwa dirinya sudah melepas status kewarganegaraan Indonesia.

"Oh iya, ini supaya temen-temen jangan membahas, gini, Saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya. Jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa," ujarnya.

"Jadi temen-temen, udah, jangan membahas lagi mengenai masalah itu. Justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya," sambungnya.

(knv/fjp)