Satu Warga Aceh Tewas, Kantor Polisi Diserbu Ribuan Warga

Satu Warga Aceh Tewas, Kantor Polisi Diserbu Ribuan Warga

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 12:42 WIB
Jakarta - Untuk pertama kalinya pasca-perjanjian damai, kerusuhan kembali pecah di Aceh. Ribuan warga menyerang Mapolsek Pedawa, Aceh Timur. Gara-garanya ada satu warga tewas yang diduga dikeroyok polisi.Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Wakadiv Humas) Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam membenarkan adanya penyerbuan warga terhadap Mapolsek tersebut. Namun Anton membantah polisi melakukan pengeroyokan terhadap warga sampai tewas.Menurut Anton, kejadian itu bermula dari razia kendaraan bermotor roda dua dan roda empat di Kecamatan Pedawa, Aceh Timur, Senin 6 Maret kemarin. Razia digelar Polres Aceh Timur sejak pukul 10.00 WIB. Dalam razia itu, seorang pengendara motor, Agus Sulaiman tetap melarikan motornya saat dihentikan polisi."Agus kemudian jatuh terkena trotoar sehingga tewas. Sebab jatuhnya, dia terkena popor senjata anggota polisi Bripda Reza Pahlevi," kata Anton kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Anton belum bisa memastikan apakah polisi sengaja memukul Agus dengan popor senapan atau tidak. Polisi masih menyelidiki kasus itu. "Kalau salah akan ditindak, begitu juga dengan masyarakat. Reza saat ini sedang diperiksa Provost Polda NAD," jelas Anton.Setelah kejadian itu, sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga Agus dan massa berkumpul di Mapolsek Pedawa menuntut Reza untuk diadili. Mereka mulai menyerang Polsek. Polisi lantas mengeluarkan tembakan ke atas karena massa mulai merusak. Pukul 01.00 WIB Selasa dinihari tadi, ketegangan mulai mencair.Misi Pemantau Aceh (AMM) sempat mendatangi Polsek Pendawa. Namun menurut Anton, investigasi kasus itu akan tetap dilakukan polisi. AMM datang hanya untuk memantau."Sejak perjanjian RI dengan GAM, ini peristiwa terpanas. Namun hukum harus tetap ditegakkan, kalau tidak, kedamaian akan sulit dicapai," tandas Anton. (iy/)


Berita Terkait