Dua Korban Putusnya Kabel KRL Masih Kritis
Selasa, 07 Mar 2006 12:26 WIB
Jakarta - Dua korban putusnya kabel kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor di dekat Stasiun Gondangdia, 4 Maret lalu, hingga kini masih kritis. Keduanya sengaja 'ditidurkan' dengan obat bius.Kedua korban bernama Firman (25) dan Agus Saputra (27) kini di bawah observasi dokter guna memperbaiki situasi umumnya dulu, seperti pemberian infus, obat dan oksigen."Setelah kondisinya membaik, baru bisa direncanakan tindakan yang lainnya," kata Kepala Humas RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Poniwati di kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Akibat kejadian itu, Firman kini menderita patah tulang paha dan cedera kepala. Sementara Agus mengalami patah tulang rahang yang serius. Rencananya hari ini tulang rahang Agus akan direposisi.Sementara satu korban lainnya, Munandar (24), saat ini sudah stabil dan dirawat di ruang rawat inap Irna B, lantai satu. Sayang, keluarga Munandar tidak bersedia ditemui wartawan.Insiden putusnya kabel KRL terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Penumpang yang berada di atap KRL 531 jurusan Bogor-Jakarta Kota tertimpa kabel aliran listrik yang putus di dekat Stasiun Gondangdia. Akibat peristiwa ini, 7 orang luka-luka dan 2 orang tewas.Korban luka yang masih dirawat di RSCM adalah Mulya Awal (25), Munandar (25), Firman (25) warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, M Rahmat (32), Ahmad (27) warga Pabaruan Bojong Gede, Bogor, dan Aldi Setiadi (23) warga Karanganyar dan Agus Saputra.
(umi/)











































